GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ADU KUAT: Pemain belakang PSIM Jogja Eko Pujianto (putih) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida kemarin (20/4). Laga ini berakhir imbang 1-1.
JOGJA – Laga uji coba PSIM Jogja melawan Persela Lamongan berakhir dengan hasil imbang 1-1. Lagi-lagi pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantara memberikan catatan bagi skuadnya perihal persoalan penyelesaian akhir. “Finishing touch masih harus diperbaiki lagi,” kata Seto kepada wartawan usai pertandingan kemarin (20/4).Ya, catatan Seto kepada Topas Pamungkas dkk bukan tanpa ala-san. Berkali-kali skuad Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja memiliki banyak peluang yang tidak mampu dikonversi men-jadi gol. Seto menyebut, apabila ada lebih dari satu gol yang ter-cipta di babak pertama, hasil akhir akan berbeda
.Laskar Joko Tingkir-julukan Persela Lamongan dikejutkan dengan gol cepat striker PSIM, Rangga Muslim di menit ke-2. Bola tru pass, dari striker Juni Riyadi berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Rangga. Son-tekan striker bertubuh mungil ini tidak bisa dijangkau dijangkau penjaga gawang Persela, Roni Tri.Di babak pertama, Rangga me-mang menjadi bintang lapangan. Sayang, sejumlah peluang yang dimiliki oleh penyerang muda tersebut tidak bisa dikonversi menjadi gol. Bahkan di menit ke-32, peluang emas yang dimiliki Rannga tidak bisa dikonversi menjadi gol. Bola sepakan pemain bernomor punggung 15 tersebut masih melambung di atas mistar. Padahal, gawang Persela ketika itu sudah melompong.Terus mendapat tekanan, tim tamu mulai melakukan pressing dengan tekel-tekel keras. Akibat pola permainan keras yang dite-rapkan, Persela harus kehilangan pemain tengahnya. Di menit 42, gelandang serang Persela Arif Ariyanto harus menerima kartu kuning kedua. Sampai dengan turun minum, tidak ada gol yang diciptakan oleh kedua tim.Di babak kedua, keadaan justru berbalik.
Persela hanya hanya bermain dengan sepuluh pemain justru banyak melakukan tekanan. Hasilnya, di menit ke-67 Zainal Arifin menyamakan kedudukan setelah mendapatkan asis dari striker Agus Salim.Pola menyerang Persela di babak kedua ini sangat mirip pada laga uji coba sebelumnya melawan PSS Sleman. Tim asuhan Iwan Setiawan ini terlihat trengginas justru di babak kedua. Dikomandoi Balsa Bolovic, Persela mampu mencip-takan sejumlah peluang. Namun sampai wasit meniup peluit pan-jang tidak ada gol tambahan.Seto mengakui, di babak kedua kondisi fisik anak asuhnya sudah mulai kedodoran. Maka dari itu, dirinya banyak melakukan perom-bakan. Hampir seluruh pergan-tian pemain dilakukan dis eluruh lini. “Fisik anak-anak mulai ken-dur di babak kedua. Ini bisa jadi efek libur selama empat hari ke-marin, sehingga persiapan fisik kurang,” jelasnya.
Pada pertandingan kali ini, Iwan Setiawan lagi-lagi menyimpan strikernya Pedro Javier. Iwan lebih memilih memainkan Bijahul Chalwa sebagai striker. Secara tim, apa yang dipasang oleh Iwan tidak jauh berbeda ketika melawan PSS. Iwan hanya menyimpan bek sayapnya, Mahyadi Pangabean. Saat melawan PSS Sleman, dia dimainkan sebagai starter. Pada-hal sebelumnya, Iwan mengata-kan akan merotasi seluruh pemain.Uji coba PSIM Jogja melawan Persela Lamongan ini merupakan uji coba terakhir sebelum me-masuki masa kompetisi Divisi Utama yang rencananya akan berlangsung 26 April mendatang. (bhn/din/ong)