SETIAKY/RADAR JOGJA
GAGAL BEBAS: WNA asal Afghanistan Ahmad Zia Alizadah (kanan) saat menjalani pemeriksaan di Mapolda DIJ, usai ditangkap lagi dari Lapas Wonosari, kemarin (21/4).
JOGJA – Nasib apes harus diterima seorang warga negara asing (WNA) asal AfghanistanAh-mad Zia Alizadah (33). Bagimana tidak, baru mau bebas dari penjara di Lapas Wonosari Gunung-kidul kemarin (21/4), di hari yang sama, dia ha-rus mau kembali ditangkap polisi. Ahmad Zia Alizadah harus mau dijemput polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait permohonan ekstradisi Pemerintah Australia dan buronan Interpol.Wadir Reskrimum Polda DIJ AKBP Djuhan dhani mengatakan, Polda DIJ mendapat permohonan ektradisi dari Kementerian Hukum dan HAM, seorang WNA Afganistan terkait kasus penyelundupan orang. “Permohonan tersebut datang dari Australia. Setelah kami telusuri, ternyata termohon ekstradisi adalah orang yang saat ini disidik terkait penyelundupan orang di Gunungkidul dan habis masa penahanan-nya pada hari ini (kemarin),” katanya.Berdasar dari permintaan tersebut, jajaran Polda DIJ langsung bergegas menuju Gunungkidul. “Dia, kami jemput, dan kami sidik di Polda DIJ terkait permohonan ektradisi tersebut,” tandasnya.Dihubungi terpisah, Kapolda DIJ Brigjen Pol Drs. Erwin Triwanto SH menjelaskan, sebenarnya Polda DIJ tidak ada sangkut pautnya atas kasus tersebut. Namun karena ada permintaan me-nangkap dari Interpol, maka harus dilaksanakan. “Kami hanya diminta menangkap, dan tadi termohon langsung kami tangkap. Selanjutnya, termohon akan diperiksa di polda,” ujar Kapolda.Termohon ekstradisi tersebut berkewarganegaraan Afghanistan, namun berdomisili di Cianjur, Jawa Ba-rat. Dulu, dia ditangkap terkait temuan manusia kapal yang karam di Gunungkidul pada 2013. Dia dihukum satu tahun penjara, karena membiayai dan memfa-silitasi orang-orang yang akan menuju pulau Christ-mas, Australia, untuk mencari suaka.”Termohon ini juga orang yang dalam pencarian Interpol. Penyelidikan selanjutnya hanya untuk mem-buktikan bahwa orang ini lah yang dimaksud dalam pencarian Interpol maupun pemohonan ekstradisi Australia,” tandas Kapolda. (sky/mar/jko/ong)