MAGELANG – Rangkaian kegiatan Program Penanggulangan Gawat Darurat (PPGD) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang berakhir. Kegiatan yang dilakukan selama empat hari sejak Kamis (16/4), diakhiri praktik simulasi penanggulangan kegawatdaruratan di Lapangan Pandansari Mertoyudan. Simulasi dimulai dengan pemaparan skenario simulasi dan gladi kotor.
Ketua panitia pelatihan PPGD Ns Sigit Priyanto Mkep mengatakan, skenario simulasi dimulai saat “Mertoyudan Mall” yang memiliki delapan lantai mengeluarkan asap hitam mengepul di udara. Diduga terjadi kebakaran di lantai 4 mal tersebut. Kondisi diperparah adanya serangkaian kecelakaan lalu lintas massal, akibat kondisi chaos yang terjadi. Korban mencapai ratusan jiwa.
Para peserta PPGD berjumlah 50 orang mempraktikkan cara menangani korban dalam ledakan dan kecelakan masal yang mengalami luka terbuka, patah tulang, sertashock. Selain itu, juga dipraktikkan cara memberikan pertolongan pertama. Termasuk cara mengevakuasi dan memberikan perawatan luka.
“Kompetensi berupa penanganan PPGD on the spot diperlukan agar peserta bisa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan bila terjadi accident yang melibatkan banyak korban seperti dalam simulasi,” papar Sigit Senin (20/4).
Ditambahkan, simulasi melibatkanPolsek Mertoyudan, PMI Kabupaten Magelang, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans, dan sekuriti.(dem/hes/mga)