SETIAKY/RADAR JOGJA
CEGAH KANKER: Iriana Jokowi menyalami masyarakat saat berkunjung ke Puskesmas Nanggulan, Kulonprogo, kemarin (21/4).
KULONPROGO – Penca na ngan Gerakan Nasional Pence gahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia di UPTD Puskesmas Nanggulan Kulon-progo kemarin (21/4) berlang-sung cukup isti mewa. Pasalnya, Ibu Negara Iriana Jokowi datang secara lang sung membuka aca-ra seka ligus melakukan tele con-fe ren ce dengan sejumlah Pus-kesmas di seluruh Indonesia dalam kegiatan serupa. Rombongan Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di Puskesmas Nang-gulan pukul 09.45 tepat. Mengena-kan setelan kebaya warna hijau dan biru, istri orang nomor satu di Indonesia itu langsung disambut Gubernur DIJ HB X dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo
Ikut bersama rombongan Ibu Negara, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F.Moeloek, Men-teri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Ketua Penggerak PKK Erni Guntarti Tjahyo Kumolo, Dirut BPJS dan Oase Kabinet Kerja (Perkumpulan para pen-damping menteri dan unsur eksekutif lain yang dipimpin langsung Ibu Negara Iriana Jo-kowi, Red). Peluncuran gerakan nasional kali ini dilaksanakan serempak di 34 provinsi di Indonesia. Da-lam kesempatan itu, Iriana Jo-kowi juga melakukan teleconfe-rence dengan Ny Mufidah Jusuf Kalla yang melakukan agenda sama di Makassar, Sulawesi Se-latan.
Selain itu, Iriana Jokowi juga menebalkan komitmen gerakan nasional ini dengan para gu-bernur dan pengurus PKK di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, dan Suma-tera Utara. Dengan penuh semangat, Iriana Jokowi mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk membiasakan pola hidup sehat dan melakukan deteksi kanker sejak dini. “Untuk itu, dalam kesempatan ini saya juga menga-jak tim penggerak PKK beserta seluruh kadernya di seluruh Indonesia agar dapat berperan aktif melaksanakan program ini,” terang Iriana.
Gubernur DIJ HB X dalam sam-butannya mengungkapkan, program gerakan nasional ini perlu sosialiasi dan membutuh-kan komitemen dari semua pi-hak. Termasuk para relawan kanker yang sudah terbentuk. “Pemprov DIJ siap meneruskan pesan gerakan ini ke masyarakat. Dengan kehadiran Ibu Negara Iriana Jokowi secara langsung ke Kulonprogo, tentu akan se-makin menginspirasi masyara-kat untuk menjaga pola hidup sehat,” ungkapnya.Sementara Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan, sejalan dengan program nasio-nal, gerakan deteksi dini kanker di Kulonprogo bahkan sudah dilakukan sejak 2012. Sudah lebih dari 20 ribu orang yang me lakukan Inspeksi Visual de-ngan Asam Asetat (IVA).”Kejadian positif kanker di DIJ persentasenya empat banding 100 ribu. Namun, angka itu bisa dibilang bisa bias. Jadi mengapa tertinggi Kulonprogo, itu karena yang dilaporkan banyak alias kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini paling banyak se-DIJ, bahkan secara nasional,” terang Hasto.
Ditambahkan, kesadaran ma-syarakat Kulonprogo yang ting-gi dalam melakukan deteksi dini kanker tidak terlepas dari akses dan kondisi wilayah yang memang relatif mudah. Bahkan untuk pelayanan IVA, semua Puskesmas dan Puskesmas Pem-bantu di Kulonprogo sudah bisa melakukan pelayanan. Kendati demikian, rasa malu masyarakat untuk melakukan pemeriksaan masih dirasakan oleh sebagian masyarakat, dan hal itu menjadi salah satu ken-dala yang harus dihadapi. “Saat ini pelayaan IVA sudah dapat dilayani oleh seluruh Puskesmas di Kulonprogo, baik di Puskesmas kecamatan maupun Puskesmas Pembantu,” imbuhnya.Menurut Hasto, sejak gerakan deteksi kanker dimulai tahun 2012, kesadaran masyarakat te-rus meningkat. Terlebih masya-rakat di Kulonprogo juga sudah terbiasa dengan tes pap smear yang secara teknis lebih mudah dibanding pemasangan gyne-cology (IUD), sehingga sudah tidak asing lagi saat menghada-pi pemeriksaan IVA.
“Metode IVA ini biayanya jauh lebih murah, teknis penangannya juga lebih simpel dan cepat, se-hingga saya mengimbau untuk kaum perempuan khususnya yang sudah menikah bisa mengguna-kan fasilitas ini. Kenapa IVA dipri-o ritaskan, karena deteksi dini kanker di leher rahim lebih sulit dibanding dengan kanker pay-udara yang cukup diraba bias,” kata dokter kandungan ini.Hasto mengimbau, bagi pe-rempuan risiko kanker leher rahim itu cukup rentan bagi me-reka yang menikah terlalu dini, karena untuk perempuan usia matang atau siap menikah itu saat menginjak usia 20 tahun. “Merokok dan perokok pasif juga sangat rentan dengan kan-ker, maka hindari aktivitas itu,” imbaunya.
Kepala Dinas Kesehatan Bambang Haryatno mengamini, cakupan peserta tes IVA di Ku-lonprogo memang tertinggi se Indonesia. Data tersebut berda-sarkan laporan pemeriksaan yang disampaikan ke pusat pada pe-riode awal tahun 2014 hingga awal tahun 2015. Gerakan de-teksi kanker terus aktif dilakukan seluruh kader hingga ke wilayah pedesaan.”Terhitung sejak 2012 hingga saat ini, sudah ada 10 ribu orang yang melakukan tes IVA. Ber-samaan dengan pencanangan gerakan nasional ini, tes juga dilakukan serempak di seluruh Kulonprogo,” terang Bambang.Sebanyak 126 peserta iktu mela-kukan pemeriksaan IVA di Pus-kesmas Nanggulan bersamaan dengan pencananyan gerakan nasional kemarin (21/4). Salah satunya Sarmini, 31, warga Dusun Pronosutan, Kembang, Nang-gulan.
Ia menilai, tes IVA ini sangat penting untuk meme-riksa kesehatan organ intim wanita. “Saya baru kali pertama mela-kukan tes IVA. Saya tertarik se-telah diberi sosialisasi oleh kader. Khawatir juga dengan maraknya penyakit kanker, khususnya kan-ker leher rahim yang banyak diderita perempuan. Tes IVA ini katanya akan lebih baik jika ru-tin dilakukan setiap enam bulan sekali. Jadi tidak hanya sekali,” ujar Sarmini. (tom/laz/ong)