MEDAN- Sepasang kekasih yang masih kuliah di universitas swasta di Medan, RN (24) dan KS (19) asal Balam, Riau, tertangkap basah oleh warga saat berbuat ‘begituan” di kos-kosan Jalan Muchtar Basri, Gang Telo, Medan Timur, Selasa (21/4) siang.
Akibatnya, sang pria pun babak belur dihajar warga lalu diarak keliling gang. Sementara sang wanita langsung pingsan.
Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, kejadian ini bermula saat seorang pemuda setempat mengecek rumah kos di Jalan Muchtar Basri Gang Telo. Begitu mengecek, pemuda tersebut melihat RN keluar dari kamar kos KS.
“Kebetulan adik-adik kita ini lagi ngecek ke kos-kosan yang ada di depan gang. Waktu ngecek, ditengoknya ada laki-laki keluar dari kamar kos cewek,” ungkap Hary di lokasi.
Begitu kepergok, RN pun membantah dan sempat berkelit dirinya tidak berbuat ‘begituan’. Namun, RN akhirnya mengakui telah berbuat asusila.
Kesal dengan ulah mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Mesin ini, warga kemudian membawa pelaku keliling gang. Dengan wajah ketakutan, pelaku diseret warga dan sesekali mendapat bogem mentah yang mendarat di wajahnya.
“Warga di sini marah, karena dia sudah mengotori kampung kami. Lalu, kami arak keliling gang dan dihajar warga. Tapi, karena saya enggak tega makanya saya bawa dia ke rumah,” ucap Hary.
Menurutnya, saat kepergok, RN sempat menawarkan sejumlah uang untuk menyogok. Akan tetapi, pemuda yang memergokinya menolak.
Sementara itu, RN yang terlihat pasrah dan mengaku baru pertama kali ‘menggauli’ sang pacar. “Kami pacaran sudah lama bang. Kebetulan kan rumah kami di Riau dekat, jadi kami pacaran sudah sejak SMA,” aku pemuda berambut ikal ini.
Berbeda dengan RN, pacarnya KS langsung jatuh pingsan. Saat siuman, KS pun enggan berbicara. Bahkan, untuk membujuknya, rekan-rekan KS terpaksa mengelus-elus pipi remaja Fakultas Ekonomi ini. “Kes, ayo minum dulu, jangan beginilah,” kata rekan-rekannya sembari menepuk-nepuk pipinya.
KS tetap memejamkan matanya. Bahkan, KS sempat dibopong untuk dibawa ke salah satu kamar di rumah warga. “Memang kalau udah banyak masalah dia suka begini, seperti orang kesurupan. Sudah begitu terus-terusan pingsan,” sambung rekan-rekan KS.
Kepala Lingkungan setempat, Arman mengaku, sudah menghimbau kepada para pemilik kos untuk melakukan pengawasan.
“Sudah sering saya imbau pemilik kos ini agar memantau kosnya. Kita juga sudah buat peraturan terhadap penghuni kos khusus wanita agar tidak membawa masuk ke dalam teman prianya. Apalagi dalam keadaan pintu tertutup,” ujar Arman. (ris/adz/jpnn)