FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
JASA PEJUANG: Kowad Akmil berziarah dan melakukan tabur bunga bersama di taman makam pahlawan
MAGELANG – Pemandangan ber-beda terlihat di Korp Wanita Ang-katan Darat (Kowad) Akademi Mi-liter (Akmil) saat merayakan Hari Kartini. Biasanya, para perempuan, baik tua, muda, dan anak-anak mengenakan pakaian kebaya atau tradisional. Namun, Kowad Akmil yang dipimpin Mayor Chb (K) Kan-ti Etrowati mengikuti apel bersama di Balai Diponegoro Makodam IV/Diponegoro. Apel bersama yang bertepatan dengan Hari Kartini diikuti 900 wa-nita TNI. Baik dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Korps Wa-nita Angkatan Laut (Kowal), dan Wanita Angkatan Udara (Wara) wi-layah Jateng dan DIJ. Sebelum berangkat apel, para wa-nita TNI tersebut berziarah dan melakukan tabur bunga bersama di taman makam pahlawan yang dipimpin Kolonel Caj (K) Sri Wur Indarsih. “Setiap tahapan sejarah selalu memunculkan para wanita yang mampu menjadi katalisator peru-bahan dan bisa mencairkan kebe-kuan dalam berbagai hal.
Seperti yang diteladankan oleh RA. Kartini sebagai pahlawan bangsa yang meng-ukir peradaban bangsa di seluruh pelosok tanah air,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, pem-bina wanita TNI pada upacara ter-sebut, kemarin (21/4).Selain itu, Akmil juga membangun pos keamanan lingkungan (poskam-ling) di Dusun Kembaran, Dono-rejo, Mertoyudan
Pembangunan poskamling berukuran 3 x 3 meter dilaks-anakan dalam rangka kegiatan pembinaan teritorial satuan non-Kowil Triwulan II Tahun Ang-garan 2015. Pada pembangunan tersebut, dikerahkan 35 personil, baik militer maupun PNS perwa-kilan dari tiap-tiap satuan di Akmil. Ini ditambah masyara-kat setempat dan mahasiswa Akper UMM yang tengah melaksanakan KKN.Pjs Kepala Bagian Latihan (Ka-baglat) Sdirbinlem Akmil Mayor Inf Edy Supriyadi mengegaskan, Akmil merupakan lembaga pen-didikan. Namun mempunyai tugas menyelenggarakan pem-binaan teritorial, menerapkan wilayah pertahanan di darat, dan menjaga keamanan, khususnya di Magelang.Menurutnya, poskamling bisa digunakan sebagai sarana antisipasi bencana dan bisa difungsikan sebagai pos kea-manan dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Harapannya, bisa mengurangi risiko keamanan dan ketertiban di masyarakat. (dem/hes/ong)