RADAR JOGJA FILE
Pemkab Siapkan Tambak Estate
BANTUL – Tidak seperti di wilayah Srandakan, tambak udang di kawasan Pantai Depok akan tetap dibiarkan beroperasi. Sebab, puluhan hektare tambak udang di Kelurahan Parangtritis tersebut baru akan dipindah setelah area relokasi di Wonoroto, Gadingsari, Sanden dan Ngepet, Srigading, Sanden benar-benar telah siap. “Nggak ada lagi penutupan. Istilahnya translokasi,” terang Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bantul Anjar Arintaka, kemarin (21/4).
Anjar berdalih kali ini Satpol PP bukan tidak berani melakukan penertiban. Namun, Satpol PP lebih memilih bersikap bijak karena mayoritas pengelola tambak adalah warga Bantul sendiri. Toh, sejauh ini juga sudah tidak ada lagi pembangunan tambak-tambak baru lagi. Sebaliknya, sebagian pengelola justru menutup tambaknya karena udangnya terserang penyakit. “Kami data terus. Jumlahnya memang berkurang,” ujarnya.
Puluhan hektare tambak udang di kawasan Pantai Depok baru berpindah setelah penataan area relokasi telah selesai. Sampai saat ini penataan lahan relokasi seluas 80 hektare lebih di Wonoroto dan Ngepet masih digodok Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) DIJ. Sebab, otoritas penataan ini di bawah kendali DKP DIJ.
Senada diungkapkan Kepala Satpol PP Bantul Hermawan Setiaji. Dia menguraikan, berdasar pemaparan DKP DIJ lahan relokasi didesain sebagai sentra udang. Tak hanya petak kolam, di area yang nantinya diberi nama Tambak Estate ini juga terdapat sentra kuliner udang.
“Sebagai tempat wisata juga. Di sana nanti juga ada tempat bersantai bagi keluarga,” ungkapnya.
Khusus tambak, setiap petak kolam dirancang dengan luas 2500 meter persegi. Setiap kolam juga telah ditata rapi. Alhasil, saat berpindah para pengelola tinggal menebar benihnya saja. “Modelnya nanti per kelompok,” tambahnya.
Dengan demikian, jika telah tertata, keberadaan lahan relokasi tambak diharapkan dapat menjadi sentra udang sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.(zam/din/Nr)