GUNUNGKIDUL – Perseteruan rumah tangga bakal calon (balon) bupati jalur independen, Muhammad Dadang Iskandar dengan Sumarti Rondiyah memasuki babak baru. Bersama dengan seorang putrinya Sumarti Rondiyah secara resmi melapor ke Mapolres Gunungkidul, kemarin (22/4).Kedatangannya ke Mapolres Gunungkidul dengan mengendarai kendaraan Toyota Camry yang biasa digunakan oleh Dadang. Dia melaporkan mengenai per-masalahan rumah tangganya. Petugas sempat bingung menanggapi laporan tersebut karena dianggap kurang spesifik. Disebutkan bahwa terlapor berselingkuh dan melakukan penipuan, namun bukti yang disodorkan sangat minim. Baru kemudian, setelah petugas me-nanyakan apakah selama ini terlapor melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) proses laporan bisa dilanjutkan.”Saya dipukul, ditampar meng-gunakan telepon genggam, hingga dijambak pernah saya alami,” kata Sumarti di hadapan petugas.
Menurutnya, selama ini perilaku suaminya tidak baik. Meski masih sah menjadi pasangan suami istri, Dadang menikah siri dengan seorang perempuan warga Wonosari. Pernikahan siri tersebut dilakukan pada Desember lalu. Dengan melaporkan Dadang ke Mapolres Gunungkidul, Sumarti berharap suaminya tersebut dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sementara itu, KSPK Polres Gunungkidul Ipda Sujino mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari Sumarti. Laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita menerima laporan tersebut,” tandas Sajino.Di bagian lain, Muhamad Dadang Iskandar ketika dikonfirmasi mengaku tidak habis pikir dengan sikap istrinya. Selama ini diakuinya, permasalahan keluarga dengan sang istri memang pasang surut. “Pernah (istrinya) mengugat cerai, namun ujung-ujung tidak jadi. Saya dibuat malu dengan kejadian itu,” kata Dadang.Dia kemudian balik tanya dengan laporan yang dilayangkan ke pihak kepolisian yang menyebut terjadi tindakan KDRT. Dadang meminta bukti lebih konkret mengenai adanya kasus tersebut. “Tapi kalau sudah melapor, saya siap hadapi,” ucapnya.Ditanya apakah kasus yang tengah membelit mengganggu pen-calonannya sebagai balon bupati independen, pihaknya mengaku tidak terpengaruh. Proses pe-ngumpulan KTP hingga sekarang jalan terus. “Hingga sekarang saya sudah mendapat salinan 20 ribu KTP,” tegasnya. (gun/ila/ong)