JOGJA – Jadwal padat dihadapi PSIM Jogja dipartai perdana kompetisi Divisi Uta-ma 2015 yang ber-gelar 26 April men-datang. Ya, Laskar Mataram-julu-kan PSIM Jogja harus menjalani tiga par-tai tandang berturut-turut.Dua laga awal Senin (27/4), PSIM Jogja harus mengarungi derby DIJ. Di partai pembuka, Laskar Mataram harus bertan-dang ke Maguwoharjo International Sta-dium (MIS) markas dari PSS Sleman.
Jadwal tersebut mundur sehari dari jadwal sebelumnya yang direncanakan digelar Minggu (26/4).Pada partai kedua, skuad asuhan Seto Nurdiyantara kembali menjalani derby DIJ dan harus bertolak ke Stadion Sultan Agung (SSA) yang menjadi hom-base Persiba Bantul. Setelah men-jalani laga dengan Persiba, Topas Pamungkas cs, harus bertolak ke Jawa Timur untuk menghadapi Persinga Ngawi di Stadion Ketong-go, Ngawi.Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengatakan, mun-durnya salah satu kontestan di grup 4, Persik Kediri berdampak pada perubahan sejumlah jadwal.Dia menyebut, tiga laga tandang tersebut, menjadi laga berat yang harus dijalani oleh PSIM Jogja. “Karena sudah sesuai keputusan operator, kami harus menjalaninya. Nanti diputaran ke-dua kami juga akan mendapatkan tiga laga kandang berturut-turu,” kata Agung Rabu (22/4).
Melihat laga yang cukup berat, Agung berharap, timnya bisa mencuri poin di tiga laga away tersebut. Mengingat, selain menghadapi dua tim asal DIJ yang memi-liki ambisi bisa bertahan di DU, PSIM juga akan berhadapan dengan enam tim asal Jawa Timur. Dengan berkumpulnya sejumlah tim asal Jawa Timur tersebut, me-mang ada kekhawatiran adanya Jatim conection. Maka dari itu, se-tiap laga tandang, dimaksimalkan bisa mecuri poin minimal seri. Sementara itu saat ditanya soal keberadaan suporter untuk menyaksikan laga tandang, Agung meminta kepada barisan suporter PSIM menuruti keputu-san panitia pelaksana. “Kami minta pan-pel tegas dalam memberikan informasi. Bila memang dilarang, suporter harus memahami,” tutur Agung.Laskar Mataram sendiri baru akan ber-main di kandang setelah itu 15 Mei.
Pada laga tersebut PSIM akan menjalani partai kandang perdana musim ini kala menjamu PSBI Blitar. Hanya saja, dimana nantinya PSIM akan menggelar laga kandang, Agung menyebut masih belum ada kejelasan.Pihak manajemen sendiri saat ini memi-liki tiga opsi kandang yakni di Mandala Krida (kandang sendiri.red), Stadion Cangkring Kulonprogo dan SSA Bantul. Untuk SSA, menjadi opsi yang diharapkan oleh manaje-men, karena sudah memenuhi standar ke-layakan untuk menggelar kompetisi.”Kami belum fixed dengan SSA. Sementara kami masih menunggu balasan surat audiensi dengan Bupati Bantul,” terangnya. Sementara itu arsitek PSIM Jogja, Seto Nurdiyantara lebih telah memfokuskan timnya untuk menghadapi laga perdana. Penyelesaian akhir dan peningkatan fisik akan menjadi fokus yang akan dibenahi oleh pelatih berlisensi B AFC ini. “Kami masih akan membenahi kekurangan. Hasil melawan Persela akan menjadi bahan evaluasi kami,” kata Seto. (bhn/din/ong)