FOTO : GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
CODE MELUAP: Warga mengecek keadaan ketika terjadi banjir luapan Kali Code di permukiman penduduk, Ledok Tukangan, Tegal Panggung, Danurejan, Jogja, tadi malam (22/4). Selain Code, sungai-sungai yang mengalir di Kota Jogja juga meluap.
JOGJA -Sebagian warga di ban-taran tiga Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong mengungsi tadi malam (22/4). Ini setelah hujan deras mengguyur Kota Jogja dan sekitarnya lebih dari satu jam. Bahkan, beberapa talud di Code ambrol. Genangan air (banjir) pun mengepung di banyak titik Kota Jogja.Dari pantauan Radar Jogja, beberapa penggal jalan berubah menjadi sungai, karena saluran air hujan tak mampu menampung debit air. Seperti di Jalan Pramu-ka, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara, dan penggal jalan lain. “Semuanya naik. Kali Buntung, Kali Belik, dan kali lainnya naik,” kata Kepala Operasional Badan Penanggu-langan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Agus Winarto, tadi malam.Agus menjelaskan, hujan deras yang mengguyur Kota Jogja membuat SAL tak mampu me-nampung limpahan air hujan. Alhasil, air yang seharusnya mengalir ke sungai, meluap ke permukiman warga. “Masalah utamanya pada SAL,” jelasnya.
Dari pantauan BPBD Kota Jogja, Kali Code yang paling me-rasakan dampak hujan. Di sungai yang membelah Kota Jogja ini, air sudah menyentuh bibir talud. Beberapa warga ha-rus mengungsi untuk berjaga-jaga jika debit air naik. “Status-nya naik menjadi siaga Satu,” jelas mantan camat Umbul-harjo ini.Di Kali Code, hampir sepanjang bantaran sungai tersebut yang paling parah. Dari utara, Cokro-dingratan, Jetis, warga harus men-gungsi akibat luapan SAL yang tak langsung menuju ke sungai. Di sini juga terjadi talud ambrol.Di tengah Kali Code, tepatnya Prawirodirjan, Gondomanan terjadi hal yang sama. Luapan air dari SAL menggenangi per-mukiman warga. Bahkan, ting-ginya dibeberapa tempat men-capai lutut. “Tidak merata, ada yang sampai lutut. Ada juga yang tidak sama sekali,” jelasnya.Di sisi sebelah timur Kali Code, Surokarsan terjadi hal serupa. Luapan air masuk ke rumah-rumah warga. Meski, warga sudah bersiap menganti-sipasi limpahan hujan deras ini dengan mengamankan barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi.Di ujung aliran Kota Jogja yang masuk Kota Jogja Jotawang, warga harus mengungsi. Di Kali Winongo juga mengalami hal yang sama. Sepanjang sung-ai, dari Jetis sampai Ngampilan, warga yang tinggal di bantaran sungai memilih untuk men-gungsi. Sampai berita ini ditulis pukul 22.00, debit air di sungai-sungai tersebut belum surut. (eri/jko/ong)