GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RICUH: Massa penolak bandara sempat memaksa masuk Kepatihan untuk bisa bertemu langsung Gubernur HB X. Mereka hanya ditemui pejabat pemprov dan kebetulan gubernur sudah ada acara lain.
JOGJA – Tuntutan pencabutan Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara baru di Kulonprogo terus disuarakan Wa-hana Tri Tunggal (WTT). Kemarin (22/4) bersama elemen masyarakat yang ter-gabung dalam Gerakan Solidaritas To-lak Bandara (Gestob), WTT menda-tangi kompleks gubernuran di Kepatihan.Berjalan dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, massa menuntut bisa bertemu langs-ung dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Tetapi karena surat penga-juan bertemu gubernur mendadak serta berbarengan HB X ada acara lain, upaya mereka gagal. Perwakilan Gestob hanya ditemui Kepala Biro Tata Pemerin-tahan Haryanta, Kepala Biro Hukum Dewa Isnu Broto dan Kepala Satpol PP DIJ Bambang Budi Istarjo.
Meskipun sudah ditemui perwakilan Pemprov DIJ, Gestob menuntut bisa ber-temu langsung dengan gubernur. Bahkan akibat massa yang memaksa masuk kom-pleks Kepatihan, sempat terjadi kericuhan antara pendemo dengan petugas Satpol PP dan polisi yang berjaga.Menurut Ketua Paguyuban WTT Kelik Martono, pihaknya sudah sering menyampaikan aspirasi dan tuntutan ke Pemprov DIJ, tapi tidak pernah mendapat re-spons. Karena itu, dengan ber-temu langsung gunernur yang juga Raja Keraton Jogja, mereka bisa menyampaikan penolakan diterbitkanya IPL serta bukti-bukti kepemilikan lahan warga.
Gubernur DIJ pada 31 Maret 2015 lalu telah mengeluarkan IPL pembangunan bandara. Pembangunan bandara bertaraf internasional ini rencananya bulan depan sudah mulai tahap pembebasan lahan. Sementara itu Kepala Biro Tapem Haryanta membantah jika tim keberatan hanya butuh sehari sebelum memberi re-komendasi ke gubernur ter-kait diterbitkannya IPL. Menurut dia, tim keberatan turun pada 25 Maret 2015 lalu dan punya waktu enam hari untuk mem-verifikasi keberatan warga.Ditemui terpisah, Gubernur HB X menyatakan terbuka untuk bertemu langsung dengan war-ga penolak bandara, termasuk WTT. Tapi ia meminta ada peng-ajuan surat resmi agar dilkaku-kan penjadwalan. (pra/laz/ong)