JOGJA – Satu lagi wakil Indonesia membuktikan diri berprestasi di tingkat dunia. Itu setelah sekumpulan mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM yang tergabung dalam ATNIC, mampu menyabet juara 3 di American Society of Mechanical Engineers (ASME) Innovation Showcase (Ishow). Temuan mereka, BlumbangReksa, mampu menarik perhatian juri dan dinilai inovatif di bidang pertanian dan perikanan.
BlumbangReksa merupakan piranti elektronik pemantau kondisi air tambak dengan berbasis internet dan GSM. Alat itu mulai dikembangkan sejak September 2014. Kegunaanya adalah, pengguna bisa mengetahui dan mencatat kondisi air tambak 24 jam non stop dan hasilnya bisa dilihat dengan gadget atau website.
Dengan alat itu diharapkan bisa membantu petambak mengontrol kondisi air tambak dan menjadikan budidaya perikanan lebih ramah lingkungan. Beberapa parameter yang bisa diamati dengan BlumbangReksa seperti oksigen terlatur (DO), suhu air kolam, kelembaban (pH), kadar garam dan total dissolved solid (TDS).
Ide membuat BlumbangReksa bermula dari permasalahan sulitnya mengontrol perubahan kondisi air pada kolam udang. Masalah ini sering kali terlambat diketahui, yakni setelah muncul gangguan atau kematian pada udang di kolam. Akibatnya, kerugian tak dapat dihindarkan.
Teknologi BlumbangReksa memungkinkan setiap gejala abnormal pada kolam dapat diketahui secepat mungkin, sehingga risiko kegagalan produksi tambak udang dapat diminimalisasi. Alat ini berupa perangkat Internet of Thing (IoT) yang memantau kondisi air tambak udang selama 24 jam sehari.
Alat tersebut dilengkapi dengan modul GSM dan internet, sehingga data kondisi air dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui gadget nonstop selama 24 jam. Petambak pun bisa melakukan penanganan kualitas air secara optimal, sehingga bertambak udang menjadi lebih ramah lingkungan.
Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2010, founder Atnic, mengaku miris melihat petani dan petambak merugi padahal Indonesia kaya ikan. “Kami punya mimpi melihat Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.
ATNIC yang dalam kompetisi di Pune, India itu diwakili oleh Ridwan Wicaksono dan Imaduddin A. Majid. Sebelumnya, BlumbangReksa juga Finalis Nasional Mandiri Young Technopreneur 2015 dan penerima program bisnis Yayasan Inovasi Teknologi (Inotek). Mereka berhak menerima sejumlah bantuan sponsor untuk pengembangan teknologinya ke depan. (cr3/jko/mga)