PANGAN AMAN: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo didampingi Suratmono Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan & Bahan Berbahaya BPOM RI dan Kepala Balai Besar POM Provinsi DIJ I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, dalam roadshow GKDP di Banjaroya, kemarin.
KULONPROGO-Bertepatan dengan momen peringatan Hari Kesehatan Dunia 2015 dan Bulan Keamanan Pangan Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan DIJ menggelar roadshow Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) di Gedung Lentera Kasih, Pedukuhan Pantig Wetan RT 02 RW 04, Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, kemarin (23/4).
Roadshow kali ini mengangkat tema Mewujudkan Pangan Aman Hingga Tingkat Perseorangan Melalui Edukasi Keamanan Pangan Berbasis Masyarakat. Kegiatan dibuka secara langsung Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG (K) yang dalam kesempatan itu juga menjadi narasumber.
Nampak hadir menjaid pemateri lainnya Drs. Suratmono, MP, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan & Bahan Berbahaya BPOM RI dan Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Kepala Balai Besar POM Provinsi DIJ. Kegiatan tersebut diikuti para kader dan ibu-ibu PKK di desa setempat.
Suratmono menjelaskan, roadshow ini bertujuan meningkatkan keamanan pangan di Indonesia melalui kampanye peningkatan kesadaran serta mendorong masyarakat untuk mampu memastikan pangan yang aman untuk dikonsumsi secara mandiri.
“GKPD merupakan program yang sangat positif bagi masyarakat Indonesia untuk mengingatkan kembali pentingnya keamanan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang paling utama, diharapkan pemda menjadi koordinator kelangsungan sosialiasi program GKPD ini,” jelasnya
Aryapatni menambahkan, kemitraan BPOM dengan Pemda Kulonprogo melalui PKK menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan. Pemberdayaan dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai tingkat perorangan.
“Sekaligus memperkuat ekonomi desa sesuai dengan sasaran dan prioritas nasional di bidang kesehatan,” tambahnya.
Menurut Aryapatni, pelatihan kader dan roadshow GKPD di Provinsi DIJ dilaksanakan di dua Kabupaten, (Kulonprogo dan Gunungkidul). Di Kulonprogo dipusatkan di Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang dan desa Banaran Kecamatan Galur. Kriterianya, desa terdapat industri makanan, pasar, sekolah dan komitmen pemerintah desa setempat dalam mendukung program tersebut
“Banjaroya merupakan satu dari banyak daerah baru yang dijangkau BPOM untuk mengkampanyekan GKDP. Desa Banjaroya juga diharapkan menjadi pilot project Desa Paman (Desa Pangan Aman). Inisiatif ini sebagaimana amanat UU No 18 Tahun 2012 tentang pangan yang menjadi kebutuhan dasar manusia paling utama dan pemenuhannya sebagai bagian dari hak asasi manusia,” ujarnya.
Indikator Desa Paman berupa hadirnya Kader Keamanan Pangan Desa yang aktif membimbing dan mengedukasi masyakarat desa setempat. Dimana Desa Paman ini akan menjadi model atau replikasi bagi kota dan kabupaten lainnya sebagai basis peningkatan keamanan pangan.
“Jumlah kader yang rtelah dilatih hingga saat ini sudah mencapai 2100 orang, mereka berasal dari PKK, karang taruna, guru, tenaga penyuluh keamanan pangan (PKP) dan District Food Inspector (DFI). Setiapdesa ada 15 kader, jadi untuk Kulonprogo ada dua desa sehingga ada 30 kader yang akan dilatih,” imbuhnya.
Sementara Bupati Hasto menyambut baik kemitraan BPOMserta kepedulaiannya terhadap Kulonprogo untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat melalui pangan aman. “Pembangunan desa, khususnya pada bidang pangan memang memerlukan pendekatan, kemitraan lintas sektoral guna memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat,” tandas Hasto.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hasto sempat menyaksikan proses pengecekan dan tes bahan makanan atau jajanan yang sering di jual di sekitar sekolah. Cek dilakukan dengan fasilitas mobil laboratorium keliling milik BPOM DIJ yang rutin menyambangi daerah untuk pengambilan sampel makanan. (tom/lia/mga)