RADAR JOGJA FILE -BANYAK DIBURU : Harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di beberapa wilayah variatif, mulai Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per tabung.
BANTUL – Keluarnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 28/2015 tentang harga eceran tertinggi (HET) gas bersubsidi ukuran tiga kilogram diharapkan dapat menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dan kalangan industri kecil. Mengingat, harga gas tabung melon belakangan ini tak terkendali.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sahadi Suparja menyatakan, berdasar ketentuan pergub, HET gas ukuran tiga kilogram di tingkat pangkalan menjadi Rp 15.500. Dengan harga sebesar itu, pengecer dapat menjual kepada konsumen dengan harga Rp 17.000 per tabung. “Dengan harga segitu pengecer sudah dapat untung Rp 1.500 per tabung,” terang Sahadi, kemarin (23/4).
Berdasar pantauannya, harga tabung gas melon di sejumlah wilayah saat ini bervariatif. Kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000 ribu per tabung. Namun demikian, prosentase pengecer yang mematok harga Rp 19.000 pertabung tak lebih dari 10 persen.
Disperindagkop, kata Sahadi, baru dapat mensosialisasikan pergub setelah ada intruksi dari Disperindagkop dan UKM DIJ. Nah, setelah ada sosialisasi Sahadi berharap harga tabung gas melon nanti seragam Rp 17.000 per tabung. “Melalui sosialisasi ini kami dapat melakukan pemerataan harga di tingkat pengecer,” ujarnya.
Sahadi menduga meroketnya harga tabung gas melon di tingkat pengecer belakangan ini karena ada unsur permainan. Pangkalan sengaja mendistribusikan tabung gas langsung kepada para pengecer. Dengan cara seperti ini, harga gas sudah menjadi mahal karena pengecer mendapatkan beban tambahan dari pangkalan berupa biaya transportasi. “Dan hal ini tak akan terjadi bila agen bersikap adil dengan memeratakan pendistribusian gas kepada pangkalan,” ungkapnya.
Sahadi menegaskan, Disperindagkop tak akan tinggal diam. Disperindagkop bakal menertibkan pengecer yang mematok harga terlalu tinggi sebelum ada sosialisasi pergub.
“Kalau tidak ada penertiban khawatirnya nanti pengecer lainnya ikut-ikutan,” tandasnya.(zam/din/Nr)