KULONPROGO – Warga di Sarigono dan Jobolawang di Desa Pagerharjo, Samigaluh terisolasi. Pasalnya, jembatan yang merupakan akses vital bagi warga ambrol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan di sisi utara Kabupaten Kulonprogo itu.Jembatan yang juga meng-hubungkan tiga kabupaten, yakni Kulonprogo, Magelang dan Purworejo itu ambrol hampir sepanjang 25 meter. Sehingga warga harus menuruni jalan untuk menyeberangi sungai.Kepala Desa Pagerharjo Widayat mengatakan, akibat putusnya jembatan warga yang akan menuju ke pusat pemerintahan desa dan kecamatan menjadi terganggu. Ada dua dusun di Pagerharjo yang terisolasi akibat putusnya jembatan ini. “Aktivitas warga, baik yang dari Jawa Tengah maupun Kulonprogo sendiri menjadi terganggu. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD Kulonprogo agar diupayakan bantuan,” terang Widayat, kemarin (24/4).
Widayat menjelaskan dua dusun yang terisolasi yakni Sarigono dan Dusun Jobolawang. Pemerintah desa berencana pembuatan jalan setapak untuk memudahkan warga melintas. Sebab ada ratusan kepala keluarga yang terisolasi karena putusnya akses jalan utama ini. “Maka dari itu, akan diupayakan pembuatan jalan setapak,” terangnya.Widayat mengungkapkan, selama ini jembatan penghubung yang merupakan jalur alternatif ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengangkut hasil bumi. Sejumlah kendaraan berat sering melewati jembatan tersebut.Kapolsek Samigaluh AKP Lucia Sri Hartati mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga yang akan menuju Purworejo dan Magelang, dan Kulonprogo sendiri. Lucia men-jelaskan, jembatan ini ambrol pada Rabu malam (23/4) sekitar pukul 20.00 akibat hujan deras yang membuat air Sungai Beselo II di Dusun Separang, Pagerharjo meluap dan merusak jembatan.”Kami telah memberikan garis polisi di area sekitar jembatan. Bahkan dalam radius 100 meter dari lokasi sudah ditutup agar tidak dilalui kendaraan,” jelasnya. (tom/ila/ong)