ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KULINER PANTAI: Bupati Bantul Sri Surya Widati (kanan) menikmati makanan olahan hasil tangkapan para nelayan Pantai Depok.
KRETEK – Risiko tinggi yang dihadapi para nelayan Pantai Depok saat melaut mulai mendapatkan jaminan. Ini menyusul adanya fasilitas jaminan asuransi yang ditelurkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul. “Asuransi diberikan untuk perorangan. Bukan keluarga,” terang Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok usai menghadiri acara Penyerahan Bantuan Sarana dan Prasarana Kelautan di Pantai Depok, kemarin (24/4).Topo menyebutkan, ada 49 nelayan yang biasa beroperasi di Pantai Depok. Selama ini mereka melaut tanpa memiliki jaminan apapun. Tak terkecuali asuransi jiwa. Pria yang juga tercatat sebagai lurah Parangtritis ini mengakui risiko yang dihadapi para nelayan sangat tinggi.
Ancaman bahaya seperti gelombang tinggi sewaktu-waktu dapat mengintai keselamatan mereka. Ini tak sebanding dengan hasil yang nelayan peroleh. Sebab, musim-musim tertentu nelayan kerap pulang dengan tangan kosong. “Terkadang kapal nelayan juga ada yang macet saat melaut lho,” ujarnya.Karena itu, Topo mengapresiasi pemberian fasilitas asuransi ini. Bagi nelayan yang mengalami kecelakaan saat bekerja akan memeroleh santunan Rp 2,5 juta untuk biaya perawatan. Berikutnya, santunan sebesar Rp 25 juta bagi nelayan yang mengalami cacat permanen atau meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat melaut. “Nelayan pantas mendapatkan asuransi ini,” tandasnya.Sekretaris DKP Bantul Imam Subardiarsa mengatakan, asuransi bagi para nelayan mulai diberikan pada tahun ini. Fasilitas asuransi ini berasal dari Pemerintah DIJ.
“Teknisnya setiap nelayan akan diberikan kartu asuransi ini. Sehingga jika sewaktu-waktu ada yang mengalami kecelakaan mereka dapat memanfaatkannya,” jelasnya. Bupati Bantul Sri Surya Widati menegaskan, kelautan dan per-ikanan salah satu sektor terpenting. Sebab, sektor ini terbukti mampu mengurangi angka pengangguran. “Kelompok usaha bersama nelayan ada 35. Budidaya ikan ada 571 kelompok. Pengolah dan pemasar hasil perikanan ada 76 kelompok. Masih banyak kelompok-kelompok lain dari sektor ini,” paparnya.Bupati menilai, sektor kelautan dan perikanan pantas mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kemarin Kementerian Kelautan dan Per-ikanan memberikan bantuan berupa sejumlah peralatan kepada Koperasi Wisata Mina Bahari 45. Total bantuan sebesar Rp 1 miliar. (zam/din/ong)