SLEMAN – Tiga tim DIJ, PSS Sleman, PSIM Jogja dan Persiba Bantul gagal menggelar partai perdana kompetisi Divisi Utama (DU) 2015. Ini terjadi karena ditangguhkannya izin keramai-an oleh pihak keamanan.Sejatinya, perhelatan kompeti-si kasta kedua Liga Indonesia tersebut mulai dibuka besok (26/4). Pada hari tersebut, Persiba Bantul menjamu klub asal Jawa Timur Persinga Ngawi di Stadion Sultan Agung (SSA). Dan di hari sela-njutnya, giliran PSS Sleman men-jamu saudara tua PSIM Jogja di Maguwoharjo International Sta-dium (MIS) Senin (27/4). Ketua Panitia Pelaksana PSS Sleman Edyanto mengungkap-kan, pihaknya tidak mendapat-kan izin menyelenggarakan pertandingan kandang melawan PSIM.
“Tidak dikeluarkannya izin berdasarkan instruksi Mabes Polri yang tidak merekomenda-sikan pertandingan ISL serta Liga Indonesia. Termasuk Di-visi Utama,” kata Edyanto ke-pada Radar Jogja Jumat (24/4).Keputusan batalnya pertan-dingan tersebut, setelah pihaknya manajemen mendapat pengarahan dari pihak Polda DIJ dan Porles Sleman serta perwakilan suporter PSS dan PSIM. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Depok Sleman. “Kami semua se-pakat menaati apa yang diputuskan oleh aparat,” jelasnya.Hal senada juga diungkapkan oleh Seketaris Persiba Bantul Wi-kan Wedho Kisworo. Dia menyebut, panpel Persiba tidak mendapat izin penyelenggaraan pertan-dingan melawan Persinga Ngawi Minggu besok. “Atas perintah Mabes, Polres tidak mengeluarkan izin pertandingan,” terangnya.
Atas keputusan tersebut, kemun-gkinan besar Laskar Sultan Agung tidak akan menggelar pertan-dingan kandang mereka. Meski begitu, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan ke-putusan dan Kemenpora maupun PT Liga tentang pelaksanaan DU.Setelah mendapatkan kepas-tian tidak mendapatkan izin polres, Wikan mengatakan, pi-haknya akan meminta surat pelarangan izin tersebut untuk nantinya ditembuskan kepada seluruh peserta kompetisi yang ada di grup 4. “Langkah ini se-bagai bukti bahwa kami tidak menyelenggarkan pertandingan karena tidak ada izin. Ini untuk menghindari kalah WO,” jelasnya.Akibat persoalan izin, Wikan mengungkapkan, tim lawan menangguhkan kedatangannya ke Jogjakarta. Meski begitu pihak Persinga, dikatakan Wikan tetap akan menunggu situasi perizinan terkini sampai hari penyeleng-garaan. “Bahkan bila seandainya ada keputusan izin diperbole-hkan, Persinga siap datang ke Bantul pada pagi hari sebelum pertandingan,” ujar Wikan.
Tidak adanya kepastian kapan kompetisi DU akan digelar aki-bat terbenturnya persoalan pe-rizinan, membuat manajemen PSS Sleman berencana melibur-kan skuadnya. General Manager PSS Sukoco berencana akan mengistirahatkan tim, jika kom-petisi tidak mendpatkan izin dari kepolisian. “Kami akan li-burkan tim sampai situasinya jelas,” kata Sukoco.Sukoco mengaku sangat diru-gikan atas keputusan pelarangan pertandingan sepak bola. Diung-kapkan, keputusan pelarangan menggelar laga ole Polda DIJ, berpegangan pada telegram ra-hasia dari Mabes Polri. Apalagi, menurunya Laskar Sembada saat ini sudah dalam kondisi siap un-tuk mengarungi kompetisi. “Jelas kami dirugikan karena persiapan sudah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir ini. Tetapi kami tidak bisa menolak jika Polda memang sudah mengeluarkan keputusan itu,” jelas dia.Meski begitu Sukoco sedikit berharap adanya angin segar dari pertemuan antara manajemen dan kepolisian yang digelar ke-marin siang. “Akan kami sertakan pula surat dari PT Liga Indonesia kalau kompetisi Divisi Utama sudah dimulai 26 April ini. Itu pun sesuai permintaan polisi agar kami melampirkan hal tersebut,” katanya. (bhn/din/ong)