HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
CUACA EKSTRIM: Mendung hitam terus terangkat dari selatan dan menyelimuti langit Kulonprogo kemarin. Hujan deras masih dikhawatirkan warga karena bisa memicu banjir dan longsor susulan.
KULONPROGO – Ratusan rumah di tujuh kecamatan di Kabupaten Kulonprogo me-rasakan dampak banjir akibat hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (24/4) hingga Sa-btu kemarin (25/4). Tujuh kecamatan yang sempat terendam banjir itu adalah Keca-matan Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, Sentolo dan Pengasih. Dampak banjir terparah terjadi di Kecamatan Panjatan, di mana sedikitnya 700 rumah ter-dampak, ketinggian air bahkan mencapai 30 sentimeter hingga satu meter. “Banjir mulai masuk ke rumah sejak tadi malam,” kata Rini, warga Kemendung, Panjatan kemarin (25/4).Daerah Panjatan memang menjadi lang-ganan banjir setiap terjadi hujan lebat dengan intensitas lama. Banjir disebabkan luapan Sungai Gun Sheiro. Luapan banjir juga sempat menggenangi enam sekolah di Kecamatan Panjatan, Lendah dan Temon
Pihak sekolah bahkan terpak-sa meliburkan siswanya karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).Keenam sekolah yang terdam-pak banjir di antaranya SMPN 1 Panjatan, SMP PGRI Panjatan, SDN Kemendung, SDN Sunga-pan 3 Lendah, SD Bonosoro dan SMK Temon. “Ruang kelas dan halaman terendam, jadi siswa diliburkan dan diminta belajar di rumah masing-masing,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Kulonprogo Nurhadi.Pengawas Sekolah UPTD Ke-camatan Lendah Bejo mengung-kapkan, kebijakan dinas untuk sekolah meliburkan siswanya sudah disampaikan kepada sekolah-sekolah yang terkena banjir. “Kami juga sudah mela-porkan balik ke dinas, sekolah mana saja yang terkena banjir dan siswanya diliburkan,” ung-kapnya.
Kepala SMPN 1 Panjatan Su-partono menuturkan, banjir kali ini merupakan banjir ter-besar dalam lima tahun terakhir. Pihak sekolah terpaksa melibur-kan siswanya, kendati siswa kelas IX kini tengah fokus pen-dalaman materi menghadapi ujian nasional. “Kapan siswa bisa masuk kem-bali, kita juga masih menunggu kondisi air menyusut. Semoga hujan segera reda dan Senin air sudah surut,” tuturnya.Sementara Pemkab Kulon-progo langsung lakukan tang-gap darurat bencana, salah satunya dengan mendirikan posko dapur umum untuk para korban banjir. Pendirian dapur umum juga dibantu Ta-gana dan mahasiswa KKN UST Tamansiswa yang dipusatkan di Balai Desa Panjatan.Bupati Kulonprogo Hasto War-doyo menyatakan, alokasi dana tak terduga telah disiapkan melalui BPBD Kulonprogo.
Alo-kasi dana tak terduga itu, di antaranya untuk mendirikan posko dapur umum. Bazda juga mengalokasikan dananya untuk penanganan musibah banjir ini.”Di daerah Panjatan ada ratu-san rumah warga terendam banjir, sehingga kita dirikan da-pur umum di sini untuk mem-bantu warga yang menjadi kor-ban banjir,” ucap Hasto.Hasto menambahkan, pemkab sebetulnya sudah menyiapkan langkah penanggulangan banjir di Kecamatan Panjatan. Di anta-ranya dengan normalisasi Sung-ai Gun Sheiro melalui APBD.”Proses lelang bahkan sudah dilakukan dan juga sudah ada pemenangnya. Tapi alam ternya-ta lebih cepat, kita keduluan ban-jir,” tambahnya. (tom/laz/ong)