JOGJA-Pengurus daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) DIJ yang baru tidak ingin mengulang kegagalan PON Riau 2012. Bersama pengkab dan pengkot, pengda akan bersinergi untuk melakukan perubahan.
Hal tersebut diutarakan GKR Bendara, yang Minggu (26/4) kemarin baru saja dilantik kembali sebagai Ketua Umum Porserosi DIJ. “Masa jabatan pertama jadi pembelajaran, karena selain ada yang berhasil juga ada kegagalan. Dengan kepengurusan yang baru kami harus membawa suatu perubahan bagi Porserosi Jogjakarta,”ujarnya usai pelantikan pengurus Pengda Porserosi DIJ Periode 2014-2018 kemarin (26/4).
Kepengurusan yang baru ini langsung dihadapkan dengan tugas berat, yakni PON 2016 yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Ada 16 atlet, 8 putra dan 8 putri yang saat ini sedang dalam masa latihan intensif di pelatda.
Menurutnya, lawan berat dalam PON 2016 yakni atlet DKI dan tuan rumah Jabar. Mereka tentu memiliki target medali dengan persiapan yang sudah lebih matang. “Bawa pulang satu atau dua medali akan jadi kebanggaan. Kami juga tidak bisa mentargetkan 10 emas,”ujarnya.
Pelantikan dihadiri Sekretaris Umum KONI DIJ KPH Indrokusumo yang mewakili Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo serta Ketua Umum PB Porserosi M Buldansyah. Pada kepengurusan yang baru Ketua Harian dijabat Masda Siwi, Ketua I Bidang Organisasi Iriawan Argo Widodo, Ketua II Bidang Bimpres Fauzi dan Ketua III Bidang Dana Edwin Ismedi Himna.(dya/din/mga)