DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
SIAP: Panitia Jogja Nite Run saat memberikan keterangan kepada wartawan kemarin (26/4).
JOGJA-Mengambil tema Berlari Sekaligus Berbagi Kepedulian, kegiatan lari malam hari atau dikenal dengan nite run bertajuk Jogja Nite Run akan digelar. Kegiatan yang akan diselenggarakan 23 Mei mendatang ini ditargetkan akan diikuti hingga 6.000 orang.
Owner Desle sekaligus penggagas acara Haryamto mengatakan, diharapkan kegiatan ini menjadi event nasional. “Kami targetkan ada 6.000 peserta, dan 800 hingga 1.000 pesertanya kami bidik dari luar Jogja,”ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/4).
Menurutnya, kegiatan ini untuk memasyarakat olahraga, khususnya lari. Sehingga kegiatan ini akan memadukan olahraga dan hiburan. Selain itu, event ini sekaligus sebagai program coorporate social reponsibility (CSR) dengan tidak mengesampingan sisi kepedulian. “Artinya, tak hanya berlari dan menikmati suasana Jogja di saat malam hari. Kegiatan ini diharapkan juga menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain, tidak hanya bersenang-senang untuk diri-sendiri,”ujarnya.
Ketua Panitia Jogja Nite Run Eko Yuniantoro mengatakan, kegiatan yang digelar pada akhir pekan tersebut, memiliki maksud untuk memperkenalkan pariwisata Kota Jogja. “Event ini sekaligus untuk menyemarakan HUT ke 68 Pemkot Jogja,” ujarnya.
Meskipun event nite run mulai marak di berbagai kota, menurutnya, event ini memiliki sisi yang berbeda. Yakni memperkenalkan pariwisata Kota Jogja. Untuk itu, rute dengan jarak 5 km akan melintasi tempat-tempat populer di Jogja. Start dan finish di Taman Senopati, kemudian akan melewati perempatan Gondomanan, Jembatan Kleringan, Stadion Kridosono, Tugu Jogja,dan Malioboro.
Pendaftaran tersebar di 12 titik dan ada beberapa di luar Jogja. Pendaftaran yang akan ditutup pada 20 Mei ini juga dibuka secara online. Sedangkan pengambilan running pack diberi kesempatan pada 14-17 Mei.”Di kegiatan selanjutnya, kami berharap bisa mengangkat ikon pariwisata Jogjakarta lainnya, misalnya selokan Mataram,”ujarnya.(dya/din/mga)