GUNAWAN/RADAR JOGJA
POTENSIAL – Jelang pilkada, Bupati Gunungkidul Badingah blusukan ke kampung-kampung. Kemarin (26/4) dia menghadiri acara persemian Eko Wisata Jurug Gede di Patuk
GUNUNGKIDUL – Dinamika politik kadang tidak bisa berjalan sesuai garis lurus. Parpol peraih suara terbanyak dalam pilkada, PDIP, sangat mungkin tidak mengusung jago sendiri dalam pilkada mendatang, karena sejumlah pertimbangan.
Hal tersebut diakui mantan Ketua DPC PDIP Gunungkidul Budi Utama. Usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bakal calon (balon) bupati dari parpol besutan Megawati Soekarno Puteri, dia membeber kemungkinan arah laju kendaraan parpol dalam mengahadapi pilkada ahir tahun nanti. “Karena dalam SK (surat keputusan), hak preogratif ada di tangan DPP,” kata Budi Utama kemarin (26/4).
Itu artinya, kata Budi, semua peserta uji kelayakan dan kepatutan balon bupati dari internal PDIP bisa saja tidak dipilih DPP. Tokoh lain di luar kandang seperti Badingah, Subardi, Benyamin Sudarmadi, sangat mungkin diambil jika memang memenuhi persyaratan. “Cabup-cawabup bisa saja di luar daftar yang ada, kalau kepentingannya untuk kesejahteraan rakyat,” ucap mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini.
Lalu apa pentingnya dijuji jika pada akhirnya tidak digunakan? Kata Budi, sesuai amanat partai, seluruh kader siap ditempatkan dalam posisi apapun. Bahkan, tidak ditempatkan dalam jabatan apapun juga harus siap. “Uji kelayakan dan kepatutan itu sangat penting. Tapi apa setiap peserta ujian ada kewajiban harus diluluskan? Kalau tidak memenuhi persyaratan ya, tidak lulus,” tegasnya.
Ditanya kapan hasil tes DPP bisa keluar, pihaknya menjawab, perkiraan antara Juli hingga Agustus. Menurut dia, uji kelayakan dan kepatutan saat ini baru memasuki tahap awal. Hasil akhir adalah, rekomendasi dari DPP. “Apakah saya bisa lolos uji kelayakan? Yang saya yakini adalah menjalankan kehendak Allah semata,” ucap tokoh yang juga menjabat posisi sebagai Ketua DPC Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut.
Menurut dia, jabatan bupati bukanlah target. Yang terpenting adalah, bagaimana bisa menjalankan setiap tugas yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya sebagai perwujudan nilai ibadah.
Seperti diketahui, nama-nama yang masuk dalam uji kelayakan PDIP itu antara lain Budi Utama, Djangkung Sujarwadi, Bambang Krisnadi, Supriyadi, Ahmad Fikri dan Ali Ridlo. Sementara itu, Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti, belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Di bagian lain, tim 9 penjaringan balon bupati dari PAN Sukrisno mengaku siap berkoalisi dengan PDIP. Hasil pertemuan 18 PAC mengamanatkan supaya parpol berlogo matahari terbit ini menggandeng parpol pemenang pilkada. “Konsekuensinya, kita hanya menyodorkan cawabup,” kata Sukrisno. (gun/din/Nr)