MAGELANG – Ratusan orang berkumpul di Taman Badaan Kota Magelang kemarin (26/4). Rata-rata mereka memegang ember bekas cat ukuran galon. Selanjutnya, mereka melukis ember tersebut yang bakal dijadikan tempat sampah.
Berbagai alat pewarna dibawa. Ada yang menggunakan cat semprot, cat besi, maupun cat tembok. Juga ada yang nekat membawa cat air dan spidol.
“Ini tadi saya semprot dengan cat dulu. Kemudian baru saya gambar pakai cat besi,” ungkap Desi, salah satu peserta.
Ya mereka merupakn peserta lomba lukis tong sampah se-eks Karesidenan Kedu yang diselenggarakan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Magelang. Tujuan lomba, selain menggali kreativitas seni, juga dalam memotivasi masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Lukisan harus bertema lingkungan hidup dan kecintaan terhadap Kota Magelang.
“Sebagai upaya mengembangkan wawasan bagi remaja dalam melihat persoalan lingkungan di masa sekarang ini,” kata Kepala KLH Machbub Yani Arfian.
Panitia lomba Donni August Sadoni menambahkan, sasaran peserta dari pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, mahasiswa dan umum se-eks Karesidenan Kedu. Targetnya, bisa mencapai 500-an peserta, untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya, di mana tong sampah plastik berwarna putih disediakan panitia. Khusus peralatan melukis, peserta wajib membawa sendiri.
“Peserta sekitar 400 dari target 500. Itu tong yang tidak diambil peserta ada 100-an,” ungkap Donni.
Menurut Donni, semua tong sampah hasil lomba lukis akan diserahkan ke sekolah-sekolah dan instansi perkantoran. Pendistribusian disesuaikan lokasi dan pengajuan permintaan.
Saat membuka lomba, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap, kegiatan ini bisa menggugah masyarakat untuk terbiasa menerapkan budaya bersih. Yakni, dengan membuang sampah pada tempatnya.
“Budaya bersih itu kan attitude kita. Gaya hidup ini harus dibiasakan agar lingkungan di sekitar kita bisa terjaga kebersihan dan keindahannya,” papar Sigit.(dem/hes/mga)