GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
AMBROL: Kondisi talud akibat banjir di depan rumah warga di bantaran Kali Code, Kampung Ledok Sari, Purwokinanti, Pakualaman, Jogja, kemarin (27/4).
JOGJA – Kerusakan akibat banjir yang terjadi di beberapa wilayah DIJ terus di-data. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ terus menginventari-sasi dampak meluapnya beberapa sungai serta banjir di provinsi ini.Kepala BPBD DIJ Gatot Saptadi menga-takan, dari hasil koordinasi dengan seluruh BPBD kabupaten dan kota di DIJ, pihaknya memetakan dampak yang muncul berupa kerusakan akses jalan, kerusakan infra-truktur sumber daya air (SDA), pemukiman serta pertanian
“Pendataan masih terus berja-lan, tapi yang paling penting akses jalan bisa berfungsi,” ujar Gatot usai rapat koordinasi di Pusdalops BPBD DIJ, kemarin (27/4).Gatot mengatakan untuk saat ini pendekatan darurat yang digunakan. Seperti membuat jembatan darurat di Jembatan Pules di Pules Lor, Donokerto, Turi, Sleman, yang terputus, dengan jembatan Bailey. Serta bendung yang mengalami ke-rusakan, dipasangi bronjong sementara supaya air tetap bisa mengalir.Sementara untuk permukiman yang sempat terendam, juga sudah dilakukan pembersihan sehingga bisa segera ditempati kembali. Sedangkan untuk rumah warga yang rusak parah karena terkena longsor, Gatot menga-takan akan direlokasi. Tapi untuk proses relokasi masih dirembug dengan kabupaten. “Kabupaten yang menyediakan lahan. Untuk pembangunan rumahnya, nan-ti sharing dengan provinsi,” te-rangnya.
Untuk kerugian yang ditimbul-kan, Gatot mengaku belum bisa dihitung jumlahnya karena ada perhitungannya. Seperti untuk sawah yang terendam. Untuk sa-wah yang terendam, juga masih dihitung bersama Dinas Perta-nian DIJ karena ada ratusan hek-tare sawah yang terendam di Sleman, Bantul dan Kulonprogo.Hal itu juga diakui Kepala Di-nas Pertanian DIJ Sasongko. Pendataan sawah yang tergenang banjir masih terus dilakukan. Meskipun begitu, ia berharap sawah yang tergenang tidak sampai seminggu. “Padi terge-nang seminggu masih bisa di-pulihkan. Mudah-mudahan tidak terlalu lama,” paparnya.Dinas Pertanian DIJ juga sudah menyiapkan pompa penyedot air dan meminta petani segera membuka saluran airnya, untuk mengalirkan air yang mengge-nangi lahan pertanian. Pihaknya memperkirakan kebanyakan lahan yang terendam berada di wilayah dekat pantai di Bantul dan Kulonprogo.
Sedangkan untuk bendung yang mengalami kerusakan, juga akan segera diperbaiki. “Ini juga sudah dekat musim kemarau, sehing-ga bisa segera dilakukan perbai-kan,” terangnya.Sementara itu dari data semen-tara yang masuk ke Dinas Pe-kerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIJ, membutuhkan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk perbaikan bendungan, jalan dan jembatan yang rusak. Masing-masing sebesar Rp 3,77 miliar untuk perbaikan bendun-gan yang rusak, serta Rp 7,36 miliar untuk pembangunan je-mbatan, talud serta gorong-gorong. “Itu belum termasuk yang terakhir baru masuk. Se-mentara ini total kebutuhan anggaran Rp 12 miliar,” ujar Ke-pala Dinas PUPESDM Rani Sjam-sarini.
Untuk penanganan darurat, terutama untuk perbaikan jem-batan Pules yang menghubung-kan Tempel-Prambanan diha-rapkan dalam minggu ini sudah selesai. Menurut Rani, pihaknya hanya melakukan inventarisasi kerusakan infrakstruktur milik provinsi yaitu jalan, jembatan dan saluran irigasi yang men-jadi kewenangan provinsi. “Untuk kerusakan infrastruktur di tingkat kabupaten/kota, me-reka yang akan menangani dan menyelesaikannya,” jelas Rani. (pra/laz/ong)