Basket itu Menghargai Proses

 
PEBASKET cewek ini enggak hanya an-dal shooting, drive dan leadershipnya saat berada di lapangan. Lebih dari itu, cewek bernama lengkap Florentina Aira Syaha-rani ini kerap ditakuti lawan karena selalu tampil gigih sampai detik terakhir permai-nan. Di tiap permainan, First Team Honda DBL 2015 dengan nomor Jersey 12 ini ma-kin lama bukannya mengeluh kecapekan, tapi justru makin total menunjukan seluruh kemampuannya.Bungsu tiga bersaudara kelahiran Jogja-karta 21 Mei 1999 ini sebenarnya punya segudang talenta di dalam dan luar lapangan. Karena selain basket, Aira –begitu dia akrab disapa — juga suka renang dan pernah bergabung tonti. Bahkan dalam keseha-rian, waktu luangnya diisi dengan main piano, biola atau gitar. “Semua kakak ku main musik. Jadi aku sering ikut ngeliat terus ikut belajar,” terangnya.Perkenalannya dengan basket dimulai saat SD kelas 4 di SD Pangudi Luhur Jog-jakarta. Dari awal memang sudah ketagi-han sampai saat ini. Banyak hal dia dapat-kan dari basket, terutama terkait nilai-nilai kehidupan.
“Dari basket aku banyak belajar tentang hidup. Terutama tentang usaha. Basket itu menuntut kita untuk te-rus berlatih. Enggak cepet bosen dan nyerah. Begitupun dalam hidup, kita diminta un-tuk selalu berjuang dan enggak mudah nyerah saat ngadepin masalah,” kata dara hitam manis ini.Selain membela tim basket cewek SMAN 6 Jogja ato Namche, Aira tengah fokus me-nyiapkan DBL Camp 2015 dan membela tim basket kota Jogjakarta di Porda men-datang. Jadi Aira kini lagi nambah porsi latihan. Bahkan selepas latihan bareng teman-teman timnya, Aira masih nambah porsi latihan terutama shooting dan minta arahan coach nya.Meski baru duduk di kelas X Aira men-jadi kekuatan utama tim cewek namche. Sehingga Aira merasa ada beban sekaligus menerima tantangan untuk membuktikan. “Enggak mudah sebagai anak baru untuk bisa mengangkat tim. Apalagi kita juga harus beradaptasi dengan pemain lain yang lebih senior. Tapi semua harus bisa dihadapi demi prestasi tim. Jadi terus ber-latih aja, dan enjoy saat main,” kata pe-basket yang sering dipasang untuk posisi shooting guard
Dalam pengakuannya, sebelum memu-lai kompetisi Aira sering minder dan deg-degan. Tapi MVP Junior Basketball League 2013 ini berusaha mengatasinya dengan banyak megang bola dan mencoba shoo-ting sambil mencari feelyang tepat. “Jangan ltakut mencoba, awal-awal pertandinganaku sering shooting dan dribbling. Biar tangan terbiasa sekaligus menangkap fee-ling yang pas. Kalau udah, nanti akan nyaman dan mainnya enak,” imbuhnyaMenurut Aira, basket itu olahraga dengan prosespanjang. Seseorang enggak bakal bisa dengan mudah memenangkan kom-petisi, juga bermain dengan bagus tanpa melewati berbagai prosesnya. “Basket itu butuh proses. Kamu cuma butuh fokus dan berusaha semaksimal mungkin. Percaya aja usaha kerasmu enggak bakal mengece-wakan,” pesan Aira. (ata/man/ong)
Selengkapnya Baca https://radarjogja.co/public_html/media/2015/04-April/28/JOGJA-2804-HAL-08-link.jpg