DWI AGUS/RADAR JOGJA
KOMPAK: Santi Zaidan dan Paksi Raras Alit mengembangkan bisnisnya dengan konsep dan strategi yang lebih matang, apalagi untuk bisa bersaing dengan produk luar negeri.
Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dipercaya merupakan peluang besar bagi ekonomi Indonesia. Meski persaingan menjadi lebih sengit, tetapi peluang juga lebih terbuka lebar. Memanfaatkan MEA sebagai potensiekonomi, perlu perhitungan yang cermat.
HAL itu pula yang ditekuni oleh pasangan Paksi Raras Alit dan Santi Zaidan. Keduanya menekuni bisnis di bidang fashion. Dua brand pun telah berdiri seiring perjalanan bisnis mereka. Diawali dengan SANTISHOP lalu berkembang Mish Leather dan usaha konveksi.”Awalnya Santi hobi bikin baju sendiri dan dijual di Facebook. Tapi pada waktu itu belum punya ruang produksi sendiri. Hanya merancang lalu dijahitkan baru dipromosikan di media sosial. Barulah di tahun 2010 sepakat untuk mengem-bangkan lebih matang lagi,” kata Paksi ditemui di Santi Gallery di Jalan Ireda Mergangsan Jogjakarta belum lama ini (23/4).
Diakui oleh Paksi dan Santi, awal mula terjun ke bisnis fesyen dibilang iseng. Ini karena sebelum menekuni bisnis, keduanya memiliki main job masing-masing. Paksi sebagai musisi sedangkan Santi berprofesi sebagai penyiar di Geronimo FM dan aktif sebagai Master of Ceremony (MC).Seiring waktu berjalan, bisnis yang dirambah dari kecil mulai menapak. Respons yang diberikan oleh konsumen sangat bagus. Sehingga keduanya ber-minat menekuni bisnis ini secara lebih mendalam. Paksi konsentrasi pada manajemen, sedangkan Santi bertugas sebagai fashion designer.Usaha dua sejoli inipun tidak hanya merambah lokal dan nasional. Pasar internasional telah mereka masuki. Keduanya mengaku siap menghadapi era MEA yang berlaku saat ini. Kunci utama dari persaingan adalah menentukan segmentasi dan tentunya tidak takut bersaing.”Setelah MEA, persaingan tentunya semakin ketat termasuk produk fashion. Salah satunya produk-produk fesyen dari Tiongkok, harga murah dan produksi masal. Tentunya kita tidak bisa ber-saing di sini, sehingga harus menguatkan positioning. Dengan menghasilkan produk eksklusif, karya desainer dan terbatas,” ungkap pria kelahiran 16 Juni 1985 ini.Karakter desain yang dihadirkan oleh Santi terbilang kuat.
Bermain di segmen pasar menengah ke atas, Santi meng-hadirkan desain fashion yang limited. Mulai dari desain yang lebih feminin, girly atau princess dengan warna yang cenderung kalem.Produk-produk SANTISHOP mengangkat kekuatan tradisi. Ini terlihat dari setiap detail fesyen yang diciptakan olehnya. Kebaya dan lurik dikembangkan seusai dinamika tren busana kekinian. Bagi Santi, fesyen tradisi terlihat indah apalagi di-kemas dengan sentuhan modern.”Respons dari konsumen sangat bagus untuk ciri khas ini. Misal kebaya tapi bentuknya dress atau kain lurik di-kombinasikan menjadi sebuah karya fashion. Tentunya banyak potensi yang kita miliki dan bisa menjadi ciri khas,” kata pemilik nama asli Maria Kumalasanti ini.Sependapat dengan sang suami, Santi mengaku siap menghadapi MEA. Bukti dari kesiapannya ini adalah produknya telah masuk ke beberapa negara ASEAN. Bahkan pasar semakin luas karena telah merambah hingga pasar Asia, Eropa, Australia hingga Amerika.Kunci untuk kesuksesan ini adalah mengembangkan bisnis melalui online shop. Dua buah website www.santishop.com dan www.mishgleather.com menjadi tombak terdepan mereka. Melalui dua website ini keduanya melakukan promo beragam produk miliknya.”Salah satu konsumen langganan berasal dari Amerika Serikat.
Sudah dua tahun ini menjalin kerja sama dengan kami. Uniknya kami justru belum pernah bertemu satu sama lain. Hanya bertegur sapa melalui media internet,” kata ibu dari Aksara Kahyangan ini.Melalui custom dan online shop ini, keduanya telah menjaring banyak konsumen. Sama halnya dengan konsumen dari Amerika rata-rata tidak harus datang ke Santi Gallery. Cukup dengan membuka portal web dan melakukan fitting dress secara online.Faktor lain yang perlu dipertimbang-kan tentang bisnis online adalah jasa pengiriman. Keduanya menerapkan kerja sama eksklusif dengan jasa ekspedisi. Tujuannya agar barang kirimannya sampai tepat waktu dan tetap terjaga kualitasnya.MEA membuka keuntungan di bidang ekspedisi wilayah ASEAN, di mana pengiriman menjadi lebih mudah dan praktis. Apalagi jika produksi fashion yang dikirim hanya dalam jumlah tertentu. (dwi/ila/ong)