OPTIMISTIS:Persaingan yang ketat menjadi motivasi Joan Novelyn Sianipar untuk menyiapkan diri agar lebih baik. Dia mengaku optimistis dan percaya diri tenaga kerja Indonesia bisa bersaing.

Percaya Diri dan Kuatkan Kemampuan Bahasa Asing

Tenaga kerja perhotelan menjadi sektor yang paling unggul dibanding sektor jasa lain yang akan dimobilisasi secara bebas dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015.Pasalnya, peran operator internasional dalam bisnis perhotelan di Indonesia cukup besar. Itu pula yang membuat Joan Novelyn Sianipar terus mengembangkan kemampuannya.
LIMA tahun bukan waktu yang singkat bagi Joan, sapaannya, berkecimpung dibidang hospitality. Kecintaannya pada dunia pariwisata, seni dan budaya menggiringnya untuk menyelami bidang jasa ini lebih dalam. Silih berganti rekan kerja, datang dan perginya para tamu secara tidak langsung menempanya untuk menjadi hotelier yang profesional. Bekerja di bidang hospitality erat hubungannya dengan pelayanan dan kenyamanan. Itu mengapa Joan perlu menyesuaikan kualitas keterampilan kerja hingga mencapai level high-skilled worker. “Ini juga yang harus aku persiapkan menghadapi MEA akhir tahun 2015 ini,” ujarnya kepada Radar Jogja baru-baru ini (23/4).Menurutnya, MEA 2015 membawa angin segar bagi sektor periwisata, khususnya dunia perhotelan.
Di bidang jasa, ASEAN memiliki kondisi yang memungkinkan pengembangan sektor jasa lebih luas lagi. Dari berbagai sektor jasa, menurutnya, tenaga kerja perhotelan menjadi sektor yang paling unggul dibanding sektor jasa lain yang akan dimobilisasi secara bebas dalam MEA 2015. Keunggulan tenaga kerja perhotelan ini disebabkan karena besarnya peran operator internasional dalam bisnis perhotelan di Indonesia.Adanya hotel internasional yang membuka cabang di Indonesia misalnya, turut berperan dalam meningkatkan daya saing pekerja perhotelan. Keterlibatan operator asing membuat hampir keseluruhan tenaga kerja perhotelan memiliki standar yang diterapkan di internasional, baik itu hotel berbintang maupun nonbintang.”Ada atau tidaknya MEA sebenarnya peluang di bidang perhotelan itu selalu ada. Itu kenapa banyak orang Indonesia yang bekerja di bidang perhotelan baik di dalam maupun luar negeri,” ujar perempuan kelahiran Padang, 17 November 1988 ini.Tapi hingga saat ini, peluang besar untuk bekerja di negeri orang belum membuatnya tergiur. Kenyamanan yang didapat dengan bekerja di negeri sendiri masih begitu kuat. Joan yakin, MEA 2015 juga akan berdampak positif terhadap kemajuan industri perhotelan Indonesia, dan Jogjakarta khususnya.
Sehingga bisnis parisiwata semakin lebih baik dan berimbas juga pada para pelakunya.Dengan diberlakukannya MEA, tentu perebutan kerja bagi masyarakat profesional di negara ASEAN semakin ketat. Tenaga kerja yang profesional dengan kualifikasi profesi yang memadai yang akan memenangkan persaingan.”Tentu itu jadi motivasi untuk menyiapkan diri agar lebih baik, harus optimistis dan percaya diri,” ujarnya yang menyempatkan waktu berlibur untuk traveling ini.Saat ini, motivasi Senior Reservation Department Sales and Marketing salah satu hotel berbintang lima di Jogja ini adalah meningkatkan kualitas dan keterampilan diri. Pertama, meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Karena menurutnya merupakan hal utama dalam bekerja di industri perhotelan. Kedua, meningkatkan keterampilan dan teknologi, sehingga mendukung untuk menguasai pekerjaan. Ketiga, tentu harus memperbanyak pengetahuan umum perhotelan.”Sejauh ini masih nyaman bekerja di bidang jasa ini, tapi jika ada kesempatan saya juga ingin coba bidang lain. Tapi tetap yang ada hubungannya dengan pariwisata,” ujarnya yang masuk ke dunia perhotelan sejak tahun 2010 selepas menyelesaikan jenjang pendidikan Kepariwisataan di UGM. (dya/ila/ong)