ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BIKIN KISRUH: Keberadaan Artos Mall yang dekat pertemuan jalan membuat kemacetan yang luar biasa di Mertoyudan. Dewan mendorong dilakukan evaluasi atas pengaturan lalu lintas yang ada.
MUNGKID – Kalangan DPRD Kabupaten Magelang mendorong permasalahan arus lalu lintas di sekitar Armada Town Square (Artos Mall) Kecamatan Merto-yudan segera diselesaikan. Arus lalu lintas di dekat Artal Mall tersebut dinilai karut marut. Karena itu, perlu solusi agar arus lalu lintas di sekitar pusat pasar modern tersebut cepat teratasi.”Dari dewan minta arus lalu lintas di sekitar Artos Mall di-tertibkan agar tidak ruwet. Saat ini akses pengunjung mau ke Artos Mall membingungkan dan perlu diperjelas. Setiap persim-pangan yang ada bisa tertib dan lajur untuk mobil bisa dipermu-dah,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang Hibatun Wafiroh kemarin (27/4).Menurut Wafiroh, perlunya pe-nertiban arus lalu lintas bukan tanpa alasan. Yang pertama, arus lalu lintas di sekitar Artos Mall dinilai masih membingungkan
Karena itu, seringkali tempat tersebut terjadi kecelakaan. Pihak terkait harus melakukan pem-bagian jalur agar kendaraan melaju dengan mudah dan tertib. “Saya rasa perlu dievaluasi kembali arus lalu lintas di seki-tar Artos. Karena lalin sering menimbulkan kemacetan dan membuat semrawut. Adanya lampu lalin juga mestinya men-gurai kemacetan,” paparnya.Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Ismu Kus-wandari menyatakan, berdasar rekomendasi arus lalu lintas dari Dishub, arus lalu lintas di sekitar Artos Mall sudah ditata sedemikian rupa. Misal, jika pengunjung pusat pembelan-jaan dari arah Jogjakarta harus terlebih dahulu melewati Jalan Sarwo Edi, baru melewati Jalan Soekarno-Hatta dan masuk pintu belakang Artos.”Pengunjung dari arah Jogja-karta melewati ke Soka dulu. Memu-tar jalur Artos. Jadi tidak terjadi crowded di depan Artos,” katanya.Ia minta manajemen Artos Mall agar sejak awal arus lalu lintas di sekitar Mertoyudan jelas. Ar-tinya, pengunjung yang akan masuk bisa memutar terlebih dahulu, agar tak ada kecelakaan. “Kalau apil (alat pengatur isyarat lalu lintas) dari Pemkot yang masang, ini harus dirembug bareng,” urainya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pendirian bangunan atau yang berdampak ke masyarakat luas harus disertai amdal lalu lintas. Seperti pada Peraturan Pemerin-tah (PP) Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekay-asa, Analisis Dampak, dan Ma-najemen Kebutuhan Lalu Lintas. “Pada bab 3 dijelaskan, intinya amdal lalu lintas diperlukan bagi bangunan yang berpengaruh luas ke mobilitas lalu lintas,” katanya.Terkait wewenang evaluasi analisis dampak lingkungan (amdal) lalu lintas pendirian Artos Mall ada di tangan Kemen-terian Perhubungan. Karena lokasi bangunan Artos Mall ada di jalan negara. Yakni, meng-hubungkan antarprovinsi. “Soal pengajuan amdal lalu lintas kewenangannya ada di pusat,” imbuhnya.Ia menyampaikan, arus lalu lintas di sekitar Artos Mall belum lama ini sempat mendapat per-hatian dari Kementerian Perhu-bungan. Berdasarkan informasi yang ia terima, kunjungan Ke-menterian Perhubungan ke Artos Mall tahun ini, tepatnya dilaku-kan Februari hingga Maret 2015.”Sebelum ke manajemen Artos Mall, dari Kementerian datang dahulu ke sini (kantor Dinas Perhubungan).
Mereka me-nyampaikan tujuanya ke mana-jemen Artos Mall dalam rangka evalusi arus lalu lintas,” ungkap Ismu.Public Relations Artos Mall Paramita Ratna mengakui ada kunjungan dari Kementerian Perhubungan ke manajemen beberapa waktu lalu. Namun, soal isi pembicaraan, Ratna be-lum mengetahui secara detail. “Iya, memang ada (kunjungan dari Kementerian) tetapi saya belum tahu detail acaranya apa,” ungkapnya.Kondisi arus lalin di sekitar Ar-tos juga mendapat sorotan Sekre-taris Lembaga Swadaya Masyara-kat (LSM) Gerakan Masyarakat untuk Transparansi dan Kebijakan (Gemasika) Magelang Ichsani. Ia mendorong peninjauan kem-bali amdal pendirian pusat per-belanjaan tersebut. Tidak hanya amdal lalu lintas, tetapi juga perlu peninjauan soal amdal ling-kungan. (ady/hes/ong)