PUTRI SOFYANITA/RADAR JOGJA
CIRI KHAS: Roti bakar yang dibungkus daun pisang membuat rasanya semakin lezat. Ada banyak varian rasa yang disajikan untuk mengganjal perut yang lapar.
Merasakan lapar tapi tidak ingin makan berat. Inilah salah satu pertimbangan yang dimiliki oleh banyak orang jika rasa lapar melanda terutama saat-saat mendekati tengah malam. Dari sekian banyak makanan yang dapat menyelesaikan peperangan dengan perut, roti bakar menjadi satu pilihan jitu
MAKANAN yang terdiri dari roti dengan isi berbagai varian rasa ini dapat di-jumpai sebagai jajanan pinggir jalan. Harganya yang murah meriah men-jadikan makanan ini digemari dalam situasi-situasi genting. Sebab makanan ini dapat menjadi pengganjal perut untuk beberapa waktu.Pemikiran inilah yang coba diang-kat oleh sebuah kafe bernuansa hommy Dapoer Roti Bakar, yang terletak di Jalan AM Sangaji, Jogja. Sang empu sekaligus manajer kafe ini Mahendra mengatakan, pemilihan roti bakar sebagai hidangan utama tidak lain karena makanan ini sudah mendapat tempat tersendiri bagi para pencintanya.”Roti bakarnya beda, di sini rotinya dibakar pakai daun pisang dan daun jati,” Jelas pria asal Jogja ini.Ide ini diperoleh oleh Hendra, sa-paan akrabnya, untuk menghasilkan cita rasa yang lebih lezat. Disamping itu, juga sebagai pembeda dan ciri khas yang belum ada di Jogja. Bukan dari segi pengolahan, roti yang di-gunakan juga bukan roti yang ba-nyak dijumpai di pasaran melainkan hasil olahan sendiri atau home made. “Cokelatnya juga buatan sendiri” papar Hendra.
Sementara itu, kafe yang buka dari pukul 11.00 hingga 01.00 malam ini menyediakan dua jenis roti yaitu manis dan asin. Selain itu, varian rasa yang ditawarkan cukup me-ngundang rasa penasaran para pe-langgan yang datang berkunjung ke kafe ini. Sebut saja Roti bakar Belgia, Niagara, Lady Jutek ataupun Roti Bakar Sapi Bahagia. Masing-masing dari roti itu juga disajikan dengan istilah yang cukup membuat para pelanggan kebingungan, seperti Se-limut Hijau dan Selimut Merah.Salah seorang staf kafe Dino men-jelaskan, masing-masing dari nama menu tersebut memilik arti ter-tentu. Seperti Roti Bakar Manis Belgia yaitu roti bakar manis isi cokelat yang dibakar dengan daun pisang untuk selimut hijau atau dengan daun jati untuk selimut merah. Ataupun juga Roti Bakar Lady Jutek yaitu roti bakar asin yang di isi dengan ikan tuna dengan rasa pedas yang dapat disajikan dengan cara dibakar menggunakan daun pisang ataupun daun jati. Kafe yang termasuk pendatang baru di dunia kuliner Jogja ini mematok harga yang cukup terjangkau bagi para pelanggannya yaitu berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Bukan hanyan menjajakan roti bakar sebagai main course, juga menawar-kan berbagai menu lain seperti Nasi Goreng, Pisang Bakar, Ice Cream dan Avocado Fresh Milk Mini and Hot yang dicampur dengan berbagai varian rasa. (cr1/ila/ong)