GUNUNGKIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari melapor-kan capaian kinerja selama tiga bulan terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, bidang perdata dan tata usaha negara (sekdi datun) mampu menyelesaikan perkara yang merugikan keuangan negara.Kasi Datun Kejari Wonosari Joko Wuryanto mengatakan, keuangan negara yang diselamatkan berasal dari tunggakan 60 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani. Dalam kasus tersebut, kejari mendapatkan kuasa dari PDAM untuk menyelesai-kan persoalan yang disebabkan 60 pelanggan. Selain itu juga dari sepuluh orang nasabah Bank Daerah Gunungkidul (BDG).”Sejak Januari hingga Maret tahun ini, kami telah menyelamatkan kekayaan negara sebesar Rp 55 juta,” kata Joko, kemarin (27/4).Dia menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya bergerak berdasarkan instrumen Perdata dan TUN. Sebagai pihak pengacara, kata dia, pihaknya memiliki tugas memulihkan kerugian keuangan negara yang timbul dari korupsi, atau yang bisa hilang kalau tidak ditindaklanjuti.”Meski demikian, dalam kasus ini kami hanya bersifat menunggu surat kuasa dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau lem-baga pemerintah. Alur gerak kita tidak seperti pidana, kalau ada kuasa dari BUMD atau lembaga pemerintah, ya baru kita gerak,” ujarnya.Sebelumnya, Joko melanjutkan, sejak Januari sampai Desember 2014, juga sudah ada penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 180 juta. Itu berasal dari tiga item. Yakni tunggakan pelanggan PDAM Tirta Handayani, kredit macet BDG, serta pembayaran dan pengembalian dari terpidana korupsi.Terpisah, Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto menjelaskan, pendapatan PDAM masuk dalam wilayah keuangan negara. Rekening yang tidak atau belum terbayar ditagihkan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hingga saat ini persentase air tertagih 80 persen, sisanya yang menunggak 20 persen akan terbayar dibulan berikutnya.”Rekening Februari 2015 sebesar Rp 2,1 miliar terbayar Rp 1,7 miliar. Terbayar bulan berikutnya Rp 256 juta, sisanya yang ditagihkan lewat PTUN,” kata Isnawan Fibriyanto. (gun/ila/ong)