SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
KHAWATIRKAN DAMPAK SOSIAL: Warga Dusun Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Pesanggrahan Ambarbinangun menjadi panti penampungan gelandang dan pengemis kemarin (27/4).
BANTUL- Rencana alih fungsi Pesanggrahan Ambarbinangun yang dibangun Sultan Hamengku Buwono VI dari pondok pemuda menjadi panti penampungan ge-landangan dan pengemis (gepeng) dihadang warga Dusun Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.
Mereka tegas-tegas menolak gagasan Pemprov DIJ tersebut.
Kepala Dukuh Kalipakis Suyud mengkhawatirkan alih fungsi pon-dok pemuda bakal membawa sejumlah dampak sosial bagi warga. Itu terutama bagi anak-anak. “Bukannya gepeng jelek. Tapi kami khawatir,” tegas Suyud usai menghadiri acara Sosialisasi Rencana Alih Fungsi Pondok Pemuda yang dihadiri pejabat Dinas Sosial DIJ dan Dinas Pen-didikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIJ di Pondok Pe-muda, kemarin (27/4).Di antara dampak yang paling dikhawatirkan adalah pengaruh gepeng terhadap perkembangan anak-anak. Sebab, area di Pon-dok Pemuda kerap dimanfaatkan warga maupun anak-anak seki-tar untuk sarana bermain. Bah-kan, pendidikan.”Di sini dimanfaatkan untuk PAUD (pendidikan anak usia dini). Tempat ini setiap tahun juga dimanfaatkan warga untuk salat Idul Fitri,” ujarnya.
Di samping itu, di sekitar Pondok Pemuda terdapat cukup banyak lembaga pendidikan. Mulai PAUD hingga SMA. Juga, di sekitar Pon-dok Pemuda merupakan kawasan padat permukiman.Nah, berkaca dari berbagai pertimbangan itu Suyud menga-ku keberatan dengan rencana alihfungsi bangunan ini. Bahkan, puluhan warga Kalipakis sempat menggelar unjuk rasa saat aca-ra sosialisasi berlangsung. Kepala Balai Pemuda dan Olah-raga (BPO) Disdikpora DIJ Edy Wahyudi mengatakan, berdasar-kan surat perintah gubernur yang ditandatangani Sekda DIJ sedianya per 30 April bangunan Pondok Pemuda harus dikosongkan.
Alasannya, bangunan yang ter-catat sebagai salah satu cagar budaya ini akan difungsikan se-bagai tempat penampungan gepeng. “Assesment yang di Sewon mau digunakan untuk kampus akademi komunitas,” jelasnya.Menurutnya, realisasi kampus akademi komunitas pada tahun ini. Kepala Dinas Sosial DIJ Un-tung Sukaryadi menuturkan, penempatan gepeng di bangunan Pondok Pemuda hanya bersifat sementara. Itu jika memang warga memberikan persetujuan. Sebab, Pemerintah DIJ sendiri tengah mencari lahan baru untuk yang diproyeksikan sebagai peng-ganti assesment Sewon.Namun demikian, kata Untung, tim pelaksana akan menyampai-kan perihal penolakan warga kepada gubernur. (zam/din/ong)