TEGAL – Lima anggota komplotan begal berparang kemarin siang beraksi di di Jalan Jati Waringin Mintaragen, Tegal. Mereka menggunakan tiga sepeda motor matic, namun gagal mendapatkan uang Rp 400 juta.
Sementara korbannya, Daris Efendi, 38, warga Jalan Teratai Nomor 26 Kelurahan Mangkukusuman Tegal Timur, terpaksa dilarikan ke RSUI Harapan Anda Tegal, lantaran mengalami luka di pergelangan tangan.
Aksi pembegalan yang terjadi Selasa (28/4) sekitar pukul 14.00 WIB tergolong sadis dan nekat. Betapa tidak, di tengah keramaian aktivitas warga, lima orang bersenjata tajam nekat berusaha merampas uang Rp 400 juta yang dibawa Daris yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario G 3622 BN.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula pada saat H Wasto, pengusaha asal Muarareja Tegal Barat, menyuruh pekerjanya, Daris mengambil uang di Bank BCA Cabang Tegal di Jalan AR Hakim. Dalam transaksi itu, Daris diperintah untuk mencairkan uang sebesar Rp 400 juta.
Setelah melakukan transaksi sekitar 40 menit, Daris kembali berusaha pulang. Dari pelataran Bank BCA, motor Daris menuju ke Jalan Pangeran Diponegoro. Di perempatan atau pos polisi Naga Mas Alun-alun, korban belok ke kiri. Namun sekitar 100 meter di perempatan kecil, Daris yang diketahui membawa uang Rp 400 juta dalam boks itu belok ke kanan ke Jalan Jati Waringin.
Di perempatan Jalan Waringin, sepeda motor Daris belok ke arah Jalan Gajahmada. Namun sial, sekitar 30 meter dari perempatan di Jalan Jati, Mintaragen, korban dipepet oleh satu sepeda motor. Sementara, dua motor lainnya berada di depannya.
“Setelah saya dipepet dan terjatuh, pembonceng motor begal itu langsung mengeluarkan parang dan langsung membacok saya. Demikian dengan pengendara dan pembonceng motor yang berada di depan, ternyata juga semuanya mengeluarkan parang dan langsung membacok tubuh saya,” terang Daris, yang tengah mendapatkan perawatan di UGD RSUI Harapan Anda Tegal.
Daris juga mengaku melakukan perlawanan dan berusaha merebut kembali sepeda motor Vario miliknya yang hendak dibawa kawanan begal tersebut. “Saya juga rebut motor saya dengan cara mengambil kunci kontaknya. Karena dalam boks motor itu terdapat uang Rp 400 juta yang baru saja diambil di Bank BCA,” jelasnya.
Dia menjelaskan, saat dirinya berusaha mempertahankan sepeda motor, ada warga yang melihatnya. Warga pun berteriak. Lantaran banyak warga yang keluar dan membelanya, lima begal yang semuanya menggunakan motor matic itu mendadakk kabur dan tancap gas menuju arah Jalan Gajahmada tanpa membawa hasil.
Aksi begal tersebut ternyata terekam CCTV milik salah satu warga setempat. Dalam rekaman itu, pada tampak para begal itu membawa parang dan membacok korban. Namun, saat di rumah sakit, Daris hanya luka lecet saja. “Ini kuasa Allah SWT, yang memberikan kami sehat dan kekuatan saat melakukan perlawanan dengan para begal,” ungkapnya.
Sementara pemilik uang Rp 400 juta, H Wasto, mengaku bahwa biasanya yang mengambil uang bukan Daris, melainkan tiga karyawannya yang lain. Namun, sebelum kejadian tidak ada pekerja lain.
Hingga dirinya menyuruh Daris untuk bisa mengambil ung Rp 400 juta di Bank BCA. “Uang Rp 400 juta itu rencananya untuk membayar karyawan dan biaya operasional pemberangkatan kapal,” ulasnya.
Pihak kepolisian hingga tadi malam belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian itu. “Kita selidiki dulu mas. Sabar yah, beri kami waktu untuk bisa menangkap pelakunya,” kata Kasat Reskrim AKP Belnas yang datang ke TKP. (gus/fat/jpnn)