SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BATU MULIA: Batu akik menjadi tren dan termasuk dalam gaya hidup masyarakat. Pameran batu mulia akan kembali diadakan oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Jogja.
JOGJA -Pameran akik yang digelar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Jogja dinilai berhasil. Sukses itu didapat dari penyelenggaraan pameran di Ndalem Notoprajan pada 7 hingga 13 April lalu. Dari acara yang dibuka Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX itu, omzet penjualan peserta pameran menembus angka Rp 1 miliar.”Itulah yang mendorong kami kem-bali mengadakan kegiatan serupa,” ung-kap Ketua Dewan Pengawas dan Pena-sihat Organisasi RAPI Kota Jogja RM Acun Hadiwidjojo, kemarin (28/4).
Acara bertajuk “Pameran danBursa Batu Mulia Batu Akik dan Tosan Aji” itu dijadwalkan berlangsung mulai 12 sam-pai 18 Mei mendatang. Lokasi acara diadakan di tempat yang sama. Bahkan pameran di Ndalem Notoprajan itu akan menjadi agenda rutin setiap 35 hari se-kali. Pameran diadakan setelah acara serupa di halaman rumah dinas wali kota Jogja. “Kami adakan selapan pisan (35 hari). Dari Timoho (rumah dinas wali kota) peserta pameran terus boyongan ke sini,” terangnya didampingi Ketua Bagian Inovasi Organisasi dan Sosialisasi Regu-lasi RAPI Kota Jogja Syarif Hidayat.
Berbeda dengan pameran yang pertama, pada kegiatan kedua ini panitia juga me-nyelenggarakan kontes kelas batu bacan, batu bergambar, dan kelas batu umum. Untuk ketiga lomba tersebut mempere-butkan tropi bergilir dari GBPH Prabu-kusumo dan GBPH Yudhaningrat, plus sejumlah uang. Juri yang dilibatkan dalam lomba tersebut berlevel internasional Dari pengalaman, Acun melihat pame-ran batu akik atau batu mulia ini bela-kangan menjadi tren di tengah masyara-kat. Bahkan di Jogja, kegiatan semacam itu kerap digelar. Hanya saja Acun ingin penyelenggaraan pameran dapat lebih terorganisasi. “Jadi bisa lebih tertata dan terjadwal waktunya. Nggak bareng-bareng ada pameran,” sesal pria yang juga me-nyandang gelar KRT Poerbokusumo ini.
Sedangkan Dayat, sapaan akrab Syarif Hidayat, menginformasikan jumlah pe-serta telah mencapai 90 persen. Mereka adalah peserta yang telah mendaftarkan diri sekaligus membayar biaya adminis-trasi selama mengikuti pameran. “Kami belajar dari pengalaman sebe-lumnya. Pendaftaran peserta harus di depan. Sebab, kemarin ada peserta yang nakal belum menyelesaikan biaya ad-ministrasi sudah nggeblas (pergi tanpa pamit),” ungkap Dayat.Lantaran panjangnya waktu pameran, panitia juga memikirkan tempat istirahat bagi peserta yang kebanyakan dari luar kota. Untuk menghemat pengeluaran peserta, panitia mempersilakan panitia menginap di lokasi Ndalem Notoprajan atau balai RW setempat. “Kami siapkan untuk peserta,” terangnya.
Selama acara, peserta juga menda-patkan makan siang dan T-shirt serta disuguhi live music. Untuk kontes kelas batu bacan, batu bergambar dan kelas batu umum diadakan pada 15 Mei mu-lai pukul 18.00. Biaya pendaftaran Rp 100 ribu. (sce/amd/ila/ong)