DWI AGUS/RADAR JOGJA
MUSIK ELEKTRONIK: Dirly Dave, Rommy Soekarno, Tyo Nugros dan Dmust Akira yang tergabung dalam Electron 45 resmi meluncurkan single kedua berjudul Takut Kehilanganmu. Para personelnya memperkenalkan lagu mereka di Jogja beberapa waktu lalu.
JOGJA – Kesuksesan debut sing-le Ambigu mengantarkan Electron 45 merilis lagu kedua mereka. Band beranggotakan Rommy Soekarno (synthesizer, electric guitar), Tyo Nugros (Acoustic dan electronic drums), Dirly Dave (vocal, acous-tic guitar) dan Dmust Akira ( synthesizer, vocal rap) ini resmi meluncurkan single kedua berjudul Takut Kehilanganmu.Musik dengan warna modern rock pop begitu kental dalam single kedua ini. Bahkan hadir dengan nuansa yang lebih bright dan lebih pop dibandingkan lagu sebelumnya. Vokal Dirly pun mampu melebur dalam musik bergaya Electron 45.”Dirly mampu menghidupkan nyawa dari lagu ini dengan karakter vokalnya. Selain itu aran-semen musik yang kita usung juga dapat menghadirkan lagu romantis yang berbeda. Tentunya tanpa menghilangkan pesan dari lirik lagu ini,” kata Dmust ditemui di Cantya Hotel Jogja-karta, Senin lalu (27/4).
Cerita unik mewarnai proses pembuatan single kedua yang diciptakan oleh Dmust. Lagu yang bercerita tentang rasa takut ke-hilangan sosok yang dicintai ini dibuat berdasarkan kisah nyata dirinya. Uniknya kisah yang men-jadi insiprasi lagu ini terjadi belasan tahun yang lalu.”Jadi memang based on true story untuk lagu Takut Kehilangan-mu. Setelah 13 tahun akhirnya dibuat ulang dengan aransemen baru. Memasukkan unsur musik pop elektronik untuk menguatkan lirik,” ungkapnya.Electron 45 sendiri bukanlah band baru di dunia musik Indonesia. Kiprah bermusik band ini telah diawali sejak 2009 lalu. Namun menjelang akhir 2014 band ini mulai menunjukkan taji mereka dalam berkarya. Bergabung dalam bendera Musica’s Studio band ini semakin mantab menancapkan tonggak bermusik mereka.Tentang pemilihan genre, Tyo mengungkapkan bahwa genre ini tidaklah baru.
Jenis musik ini su-dah berkembang di dunia musik barat. Electron 45 hadir dengan mengadaptasi ke dalam gaya mu-sik Indonesia. Tentunya dengan nuansa lirik dan musik yang easy listening untuk dikonsumsi.”Peluang pasar bagus karena saat ini musik elektronik sedang booming. Bahkan genre musik elektronik saat sudah biasa di didengarkan oleh semua kalangan. Apalagi genre musik ini, sedang menjadi pop culture di beberapa negara,” kata Tyo.Pemilihan nama Electron 45 juga wujud kecintaan kepada Indonesia. Nama ini memiliki makna semangat perjuangan 45 dalam bermusik. Semangat ini turut merasuk ke setiap personel Electron 45 dalam berkarya.Bentuk nasionalisme juga diwu-judkan dalam gaya bermusik yang diusung. Seperti potongan pidato Ir Soekarno dalam bridge atau penyambung medley lagu sebelum lagu berjudul Freedom. Tentunya ini menjadi warna yang tidak bi-asa dalam sebuah karya musik.”Memang kita sisipkan dalam bridge sebuah pidato dari Bung Karno. Mengobarkan semangat dan tentunya untuk mengingat kebesaran bangsa Indonesia. Se-mangat inilah yang kita wujudkan dalam musik yang kita usung,” sambung Romy. (dwi/ila/ong)