WAHYU METASARI/RADAR JOGJA
OFFLINE: Para pelaku usaha online shop membuka stan mereka di even Jogja Online Shop Festival (JOSFest) 2015 di Balai Pamungkas.
JOGJA – Sebanyak 70 toko online dari pelaku usaha online dengan basic usaha kerajinan tangan, fesyen, dan kuliner ikut dalam Jogja Online Shop Festival (JOSFest) 2015. Bertempat di Balai Pamung-kas, acara ini digelar selama tiga hari hingga besok (30/4).Kegiatan yang diadakan sejak kemarin (28/4) ini tak hanya diisi dengan pame-ran produk dan kerajinan saja. Tetapi juga sharing bisnis seputar branding dan membentuk kepercayaan konsumen.Beragam produk dan kerajinan ditam-pilkan dalam even ini. Mulai dari fesyen berbentuk busana, baik itu modern, vintage, dan muslim hingga sepatu, tas, dan topi. Ada pula aneka produk kera-jinan seperti action figur, gantungan kunci dari flanel, hingga aksesori ram-but seperti jepit rambut, bando, kalung, dan gelang.Tak hanya itu, puluhan stan kuliner dengan konsep unik seperti susu almond, cireng Jupe (keju pedes), dan piscok mleber (pisang cokelat) turut hadir dalam acara yang akan jadi even tahunan.
Ma-najer Jejualan Herlin Dwi Yudiandari mengatakan, JOSfest 2015 ini tak hanya berorientasi pada jualannya saja. Tetapi lebih mengedukasi para pelaku usaha dan calon pengusaha untuk lebih me-mahami bagaimana cara memanfaatkan media online untuk berjualan. Baik yang berkaitan dengan branding sehingga si penjual mendapat keutungan yang lebih banyak. Sehingga bisa memasarkan pro-duknya dengan lebih luas hingga mem-bentuk kepercayaan konsumen.”Membentuk kepercayaan konsumen inilah yang susah. Terkadang orang jualan online itu ada saja kendala. Mulai keamanan berbelanja secara online, hingga kualitas produk yang dijual,” ujarnya.Kekhawatiran masyarakat inilah yang kemudian memaksa para pelaku usaha secara aktif untuk memutar otak, bagaimana mereka memberi pelayanan kepada customer.
“Untuk itu kami sebagai penyedia jasa, mencoba me-rangkul para pelaku usaha untuk ber-sama- ama mendiskusikan masalah tersebut,” ujarnya.Herlin mengatakan, pemilihan UMKM sebagai target sasaran Jejualan tidak ter-lepas dari banyaknya jumlah UMKM di Indonesia yang selalu tumbuh. Saat ini jumlah UMKM di Indonesia telah men-capai 150 ribu lebih. “Artinya, dengan jumlah yang ratusan itu, bisa jadi me-reka membutuhkan pelayanan secara online lengkap dengan fitur penunjang yang diharapkan mampu menujang bis-nis mereka,” jelasnya. (*/met/ila/ong)