DWI AGUS/RADAR JOGJA
GERAKAN: Rene Suhardono dalam seminar yang diadakan di Gedung Kuliah Umum ISI Jogjakarta, kemarin (27/4).
BANTUL – Penerapan konsep social entrepreneurship belum berjalan secara maksimal di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang aktivis gera-kan IDEAFEST Rene Suhar-dono. Menurutnya, gerakan yang fokus pada kebangkitan kreatif demi perubahan ini menarik untuk diterapkan.Konsep dasar dari social entre-preneurship tetap pada kewi-rausahaan. Namun di sisi lain juga dikembangkan untuk menuntaskan problem sosial secara berkelanjutan. Caranya melalui ide bisnis kewirausa-haan yang sedang dijalani.”Bagaimana caranya agar wujud bantuan itu tetap ber-kelanjutan, ya dengan didukung bisnis. Konsepnya tetap sama untuk mencari profit, bedanya economic value-nya nggak ter-lalu banyak, tapi lebih banyak ke social value-nya,” ungkapnya dalam seminar IDEAFEST di Gedung Kuliah Umum Fakul-tas Seni Pertunjukan ISI Jogjakarta, kemarin (27/4).
Rene mengungkapkan, kebe-radaan social entrepreneur di Indonesia masih minim. Pada-hal konsep ini sangat pas untuk menjawab tantangan sosial. Terutama untuk tantangan yang terdapat dalam sektor pendidi-kan, kesehatan, tenaga kerja, hingga transportasi.Di sisi lain untuk mengembang-kan konsep ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ini karena perlu adanya kese-riusan berbagai elemen. Teru-tama generasi muda yang memiliki peran lebih besar men-jawab tantangan ini.”Generasi muda adalah sosok yang energik, kreatif dan dinamis. Menjadi sosok yang benar-benar bisa bergerak. Jangan hanya menunggu sebuah instansi untuk mengawali tapi harus aktif jem-put bola. Kita punya power me-lalui kreativitas dengan usaha bikin social enterprise, maka akan selesai masalahnya,” katanya.
Untuk mewadahi ide kreatif sebuah kompetisi dengan kon-sep social enterprise pun diha-dirkan. Kegiatan yang digagas oleh IDEAFEST ini mengangkat tema Creativity with Purpose di Jakarta Convention Center 7 hingga 8 Agustus mendatang.Melengkapi konsep ini juga ada kompetisi bertajuk Ideas for Indonesia yang akan dibuka pendaftarannya dari 1 April hingga 15 Mei 2015. Festival yang digagas oleh IDEAFEST diada-kan dua tahun sekali. Sedangkan untuk kompetisi baru pertama diadakan.”Tujuannya agar gagasan-gagasan yang bagus tidak hanya sekadar wacana saja. Tapi man-faatnya tidak hanya untuk diri sendiri namun bermanfaat untuk khalayak luas,” kata Penanggung Jawab Kompetisi Chaerany Putri. (dwi/ila/ong)