FACEBOOK
NAHAS: Foto Selvina Amelia Agus -tina dari akun Facebook-nya.
SLEMAN – Para penghuni kos Puri Christi 4 di RT 13/ RW 02, Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin (29/4) pukul 08.00 WIB, dibuat gempar. Si-tuasi tersebut menyusul tewas-nya salah seorang penghuni kos, Selvina Amelia Agustina. Dia adalah mahasiswi Jurusan Akuntansi UPN Veteran Jogja. Kali pertama jasad perempuan asal Bandar Lampung tersebut ditemukan oleh penjaga kos, Joko Purnomo, 24. Tak hanya jasad Selvina, dari dalam kamar kos nomor 12 ter-sebut, juga ditemukan mayat bayi laki-laki
Bayi tersebut meninggal dengan posisi tergeletak di an-tara kedua kaki korban. Di-duga, bayi tersebut merupakan anak Selvina yang baru saja dilahirkan tanpa pertolongan orang lain atau tim medis.Menurut informasi, status kor-ban selama ini belum bersuami. Oleh karena itu, kehamilannya juga diduga di luar nikah. Belum ada informasi siapa bapak dari bayi laki-laki yang dilahirkan Selvina, mahasiswi angkatan tahun 2013 itu. Joko Purnomo menuturkan, kemarin (29/4) pagi, dia penasa-ran dengan bau tidak sedap di sekitar kos tempatnya bekerja.Awalnya, ia mengira bau terse-but adalah bangkai tikus.
Setelah ditelusuri, ternyata bau tersebut bersumber dari dalam kamar nomor 12 yang ditempat Selvina. Penasaran dengan bau busuk menyengat, ia mengetok pintu kamar. Setelah tidak dijawab, kemudian ia mengintip dari ba-lik jendela. Saat itu lah, ia terke-jut ternyata ada seorang perem-puan terlentang di lantai dengan berlumuran darah dan dikeru-muni lalat.”Setelah mengetahui ada keane-han di dalam kamar. Saya langs-ung lapor pemilik kos, kemu-dian lapor ke polisi,” kata Joko.Beberapa menit kemudian, po-lisi datang dan melakukan eva-kuasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Ini karena pintu kamar terkunci dari dalam, sehingga polisi terpaksa mendobrak agar dapat masuk ke kamar kos. Proses evakuasi sedikit terham-bat, karena banyaknya penghuni kos dan warga yang ingin melihat. “Tapi, petugas akhirnya dapat masuk ke kamar,” tambah Joko.
Kapolsek Depok Barat Kompol Luthfi mengatakan, dugaan se-mentara korban meninggal ka-rena melahirkan tanpa ada ban-tuan orang lain, semisal tim medis. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya darah di lantai kamar kos korban. Apalagi, penjaga kos juga tidak pernah mendengar teriakan. “Pe-milik kos mengaku korban mem-bayar uang kos terakhir pada 26 April lalu,” kata Luthfi. Untuk kepentingan penyidikan, jasad korban langsung dilarikan ke rumah sakit. “Saat ini korban sudah dibawa ke RSU Dr Sardjito dengan menggunakan mobil ambulans Bidokkes Polda DIJ,” tandasnya.
Hingga tadi malam polsek ma-sih mengumpulkan keterangan dari beberapa orang saksi. Sebab kondisi korban diketahui hamil dan baru saja melahirkan, namun tidak diketahui orang lain. Kon-disi tubuh korban saat ditemu-kan sudah membengkak dan kaku. Diperkirakan meninggal sudah sekitar 2-3 hari. “Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi-saksi,” katanya.Terpisah, salah seorang teman kos korban, yang juga teman satu angkatan dan satu jurusan, Clau-dia Armike (19) mengaku kaget dengan kasus ini. Dia menuturkan, selama ini dia tidak melihat kor-ban sedang hamil atau pacaran.”Memang selama ini kami tidak terlalu memperhatikan kondisi fisik dia (korban), tapi kami ke-nal dan kadang saling sapa. Namun kami tidak pernah me-lihat kalau dia hamil,” katanya kepada wartawan, kemarin (29/4).
Lebih jauh dikatakan, meski satu kos dan kamarnya berde-katan, bahkan teman satu juru-san, Claudia tidak terlalu dekat dengan korban. Sebab, korban tergolong wanita pendiam dan tertutup. Dia juga melihat, ma-hasiswi semester 4 tersebut tidak begitu akrab dengan teman-teman jurusannya. “Dia, orangnya agak tertutup, kalau di kos juga begitu, pintu ka-marnya tutupan terus,” tandasnya.Claudia juga mengaku tidak pernah melihat ada laki-laki atau pacar korban yang men-datangi korban di kos. Soal kehamilan korban, dia juga tidak mengetahui. “Kami tidak pernah melihat teman laki-lakinya datang. Kami juga tidak tahu pacarnya siapa,” pung-kasnya. (mar/laz/ong)