NIKEN PURNAMASARI
Guru Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Wonosari
MENJADI seorang pelajar sudah pasti bahwa tugas utamanya adalah belajar. Namun tidak dipungkiri, bahwa siswa siswi yang sudah beranjak dewasa ini tak hanya ingin belajar pelajaran saja. Namun juga ingin belajar mengenal lawan jenis dengan pendekatan atau yang sering disebut PDKT.Semakin ke sini, cara pende-katan yang dilakukan oleh siswa siswi semakin berani, dan blak-blakan. Jauh berbeda dari be-berapa tahun lalu yang keba-nyakan masih malu-malu. Ba-hkan, di kelas pun kadang ter-lihat mencolok.Walaupun sebenernya siswa siswi ini belum masanya buat pacaran, tapi PDKT dikit-dikit boleh-boleh saja. Asalkan harus mempunyai prinsip. Sebagai pelajar tentunya masa-masa PDKT atau sampai pacaran nanti harus bisa memberikan pengaruh yang positif.Seperti ya bisa memotivasi diri sendiri karena perasaan lagi berbunga-bunga jadi sema-kin semangat buat belajar.
Saling support, jangan sampai seman-gat belajar justru malah menurun apalagi sampai menurunkan nilai di sekolah. Jadi harus bisa saling support dalam hal positif bukan malah saling menghalangi.Diambil contoh, kalau lagi di-kelas lalu duduk bareng, ya tetep perhatikan pelajaran dari guru, jangan malah asik ngobrol ber-dua sendiri. Atau kalau yang di PDKT itu lagi mau lomba, ya dikasih support buat belajar jangan malah diajakin main, atau parahnya malah marah gara-gara intensitas buat main ber-kurang.Jadi intinya, PDKT itu boleh, asal tahu porsi, jangan berlebihan lah. Karena dari sinilah kualitas dari diri akan terlihat. Mana yang membawa pengaruh baik dan mana yang membawa pengaruh buruk. (mey/man/ong)