SLEMAN- Ada hal cukup menarik dalam rapat evaluasi kinerja anggota DPRD Sleman pada masa sidang pertama 2015. Dari delapan laporan alat kelengkapan dewan, tingkat kehadiran anggota di rapat-rapat paripurna paling disorot. Saat Ketua Badan Kehormatan Prasetyo Budi Utomo membacakan laporan sempat muncul celetukan dari anggota.Pras, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, secara umum kinerja dewan cukup baik. Dari delapan kali rapat paripurna, rata-rata tingkat kehadiran anggota di atas 90 persen. Namun, ada dua anggota dewan yang presensinya di bawah 50 persen. “Disebutkan saja, pak. Siapa saja,” pinta Wawan Prasetia dari Fraksi PKB.
Secara spontan, Pras lantas men-jawab argumentasi Wawan. Dengan alasan telah ada kesepakatan antar ketua-ketua fraksi, data hasil reka-pitulasi tak akan disampaikan detil dalam forum rapat paripurna internal. Tapi disampaikan tertulis langsung ke fraksi. “Kalau disebutkan, nanti tidak etis,” ucap Prasetyo.Selama Januari hingga April, per-sentase tingkat kehadiran dewan mengalami tren menurun. Dari 49 persen di awal tahun, turun lima persen pada Februari. Turun lagi pada Maret dan April menjadi 86 persen. Itu berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan tim Bagian Risalah dan Persidangan Sekreatariat DPRD. “Merosot terus. Semoga ini menjadi perhatian semua anggota untuk meningkatkan efektivias kinerja,” harap politikus Golkar itu.Pras mengungkapkan, dari total 50 anggota DPRD, hanya 24 orang yang tingkat kehadiran rapat paripurna 100 persen. Sebanyak 24 dewan lain tingkat kehadiran antara 75-87,5 persen. Berdasarkan data presensi dewan di bagian risalah yang diterima koran ini, satu anggota tercatat hanya dua kali hadir rapat (4 kali izin, 2 tanpa keterangan), sehingga persentase presensinya 25 persen. Dia adalah Ari Wicaksono Putro dari Fraksi Golkar. Satu lagi, Agus Ryanto dari Fraksi PKS persentase kehadiran 37,5 persen karena absen 5 kali izin.Sebelum menutup laporannya, Pras mengingatkan, kehadiran rapat merupakan salah tanggung jawab anggota dewan kepada konstituennya.
Sebab, rapat untuk menentukan kebijakan pemerintah. Wawan Prasetya kembali me-respons hasil laporan Badan Kehormatan. Wawan meminta anggota tak sekadar hadir dalam setiap rapat paripurna. Tapi, hadir tepat waktu. Bagi yang berhalangan diminta menyampaikan pem-beritahuan sesuai aturan dan etika dewan. “Banyak pejabat yang mengeluh kepada saya karena rapat selalu mundur minimal satu jam dari jadwal,” bebernya. Untuk penertiban, Wawan usul agar absensi dewan bukan sebatas tanda tangan lembar presensi. Tapi, dibubuhi keterangan jam kehadiran dewan di ruang rapat.Wawan juga meminta Badan Kehormatan lebih tegas dan me-nertibkan setiap anggota dalam rapat-rapat kedewanan. “Yang tertib diberi reward-lah,” pintanya. (yog/din/ong)