SLEMAN – Tim penyelidik dari Polsek Depok Barat masih terus menelusuri perihal tewas-nya Selvina Amelia Agustina, mahasiswi Jurusan Akuntansi UPN Veteran Jogja di kamar kosnya pascamelahirkan. Hingga kemarin polisi belum bisa mengungkap apa penyebab kematian perempuan asal Lampung itu. “Penyebab pasti kematian Selvina memang belum diketahui. Dugaan sementara ka-rena melahirkan tanpa bantuan orang lain atau tim medis,” ujar Kapolsek Depok Barat Kompol Luthfi kemarin (30/4)
Diakui Lutfhi pihaknya agak kesulitan mengungkap misteri kematian Selvina. Selain tidak ada saksi mata, barang-barang berharga milik korban juga tidak ada yang hilang. Apalagi, tim medis RSUP Sardjito juga tidak menemukan adanya tanda-tan-da kekerasan dalam tubuh korban. “Kami juga tidak menemukan obat atau jamu penggugur kandungan dari dalam kamar kosnya,” tandas Luthfi. Ia me-nambahkan, polisi tidak memi-liki harapan dapat mengungkap misteri kematian Selvina. Alasan-nya, keluarga di Lampung juga menolak dilakukan otopsi atas jasad Selvina. Kamis dini hari kemarin seki-tar pukul 01.00, jenazah Selvina langsung dibawa ke Lampung untuk dimakamkan melalui ja-lur darat. “Keluarga menolak dilakukan otopsi,” jelasnya.Saat melakukan penyelidikan di kamar kos korban, polisi me-nemukan petunjuk mengenai sosok pria yang diduga menjadi teman dekat korban. Pria itu be-rinisial Gw. “Kami masih men-cari teman dekat korban. Dia tinggal di Jakarta,” terang Luthfi.
Seperti diberitakan Radar Jogja kemarin, penghuni kos Puri Christi 4 di RT 13/ RW 02, Seturan, Caturtunggal, Depok, Rabu lalu pukul 08.00 dibuat gempar. Ini menyusul tewasnya salah seorang penghuni kos yaitu Selvina Amelia Agustina. Tak hanya jasad Selvina, dari dalam kamar kos nomor 12 itu juga ditemukan mayat bayi laki-laki. Diduga bayi tersebut mer-upakan anak Selvina yang baru saja dilahirkan tanpa perto-longan orang lain atau tim medis.Penjaga kos, Joko Purnomo mengatakan, pagi itu ia pena-saran dengan bau tidak sedap di sekitar kos tempatnya be-kerja. Awalnya ia mengira bau tersebut adalah bangkai tikus.
Setelah ditelusuri, ternyata bau itu bersumber dari dalam kamar nomor 12 yang ditempat Selvina. Penasaran dengan bau busuk menyengat tersebut, ia pun mengetok pintu kamar. Setelah tidak dijawab, ia lalu mengintip dari balik jendela. Saat itulah ia terkejut karena dilihatnya ada seorang perempuan terletang di lantai yang sudah dipenuhi darah dan lalat.Joko segera melapor ke pemilik kos dan diteruskan ke polisi. Po-lisi yang datang langsung mela-kukan evakuasi terhadap korban berikut bayinya dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban diperkirakan su-dah dua atau tiga hari meninggal. (mar/laz/ong)