RIZAL SETYO/RADAR JOGJA – FACEBOOK SELVINA
TKP: Penjaga kos Puri Christi menunjukkan kamar nomor 12 yang sebelumnya ditinggali korban, Selvina Amelia Agustina (kanan).

Sempat Menghilang Sebulan, Terakhir Beli Minuman Jeruk Panas

Kos bagian depan berwarna dominan abu-abu dan merah, siang itu terlihat sepi. Sesekali terlihat satu dua orang keluar menenteng tas besar dan kardus. Masih tercium bau tak sedap setelah salah satu penghuninya, Selvina Amelia Agustina, ditemukan tewas Rabu (29/4) pagi.
RIZAL SETYO NUGROHO, Jogja
SELVINA, 21, mahasiswi Jurusan Akuntansi UPN Veteran Jogja itu tewas karena melahirkan tanpa bantuan petugas medis. Jabang bayi berkelamin laki-laki mahasiswi asal Lampung itu juga tak tertolong nyawanya
Diduga korban mengalami pendarahan hebat. Tidak ba-nyak keterangan yang bisa dida-pat tentang Selvina dari peng-huni kos Puri Christi 4, tempat korban selama 13 bulan ini ter-akhir tinggal. “Saya gak kenal Mas. Gak pernah lihat juga orangnya sebelumnya. Tahu setelah rame-rame ini,” ujar pe-rempuan yang baru keluar dari kos itu. Ia juga enggan namanya dikorankan.Selvina, mahasiswi semester 4 itu diketahui pribadi yang tertutup dan pendiam. Kemungkinan dia juga tidak akrab dengan banyak teman kosnya. Sehingga, teman sekosnya pun tidak ada yang tahu jika korban sedang hamil tua.
Salah seorang penjaga kos, Joko Purnomo, mengaku jarang melihat aktivitas korban. Ia ha-nya tahu korban berada di ka-marnya jika lampunya dinyala-kan. Jika padam, si penghuni berarti tidak di kamarnya. “Dulu sekali pernah lihat dia masak, cuci piring. Tapi sudah lama saya jarang lihat dia. Se-bulanan ini gak kelihatan, saya kira malah sedang pulang ke rumahnya. Jarang ngomong-ngomong,” kata Joko kepada Radar Jogja kemarin (30/4).
Menurut penuturan Joko, kor-ban juga diketahui sempat menunggak uang kos. Ia belum membayar kewajibanya selama lima bulan. Uang sewa kamar kos itu Rp 450 ribu per bulan. “Kalau ndak salah baru dibayar Rp 500 ribu tanggal 20 April ke-marin. Dititipkan teman saya, penjaga lainnya, namanya Sulis. Saat itu katanya pengin makan yang seger-seger,” ungkapnya.
Joko yang pertama kali mene-mukan mayat korban. Saat itu ia curiga dengan bau busuk di seki-tar kamar korban. Selain itu juga banyak lalat yang keluar dari ven-tilasi kamar nomor 12 dengan pintu berwarna oranye. Saat di-temukan tak bernyawa, kondisi korban sudah bengkak membesar. Bayi yang dilahirkannya pun su-dah tergolong besar. “Mungkin enam bulan ke atas, kelihatan kelaminnya laki-laki,” ujarnya.
Mengenai misteri siapa ayah jabang bayi yang dilahirkan Selvina, masih menjadi tanda tanya. Teman-teman korban sesama penghuni kos tidak mengetahui teman laki-laki atau pacar korban. Hanya, pemilik warung makan persis di depan kos Puri Chris-ti, Ali Mustafa, memiliki sedikit informasi. Beberapa bulan se-belumnya, Ali mengaku kerap melihat korban dibonceng laki-laki. Dia menjemput dan mengantarkan korban dari kos ke kampusnya. Bahkan bebe-rapa kali memesan makanan di warungnya. Kesukaannya adalah ayam bakar.”Mungkin pacarnya. Motornya jenis Kawasaki Ninja variasi, tapi saya tidak hapal pelat no-mornya. Itu sekitar tiga bulanan yang lalu. Tapi setelah itu, ndak diantar-antar lagi, sendiri terus. Sebulanan ini juga gak kelihatan,” ungkap Ali kepada koran ini.
Terakhir Ali melihat korban pada Sabtu malam (25/4) se-kitar pukul 19.00 WIB. Saat itu korban memesan untuk dibu-atkan minuman jeruk panas seharga Rp 2 ribu. Ia datang sendirian mengenakan paka-ian lengan panjang warna ku-ning dengan jins panjang warna abu-abu. “Biasanya cantik, tapi malam itu dia agak beda, ndak seperti biasanya. Wajahnya seperti beng-kak-bengkak, sebelumnya tidak seperti itu,” terang Ali. (*/laz/ong)