MUNGKID – Tahun ini, pemerintah memastikan memulai pembangunan rumah susun sederhana dengan sistem sewa (rusunawa). Lokasi pembagunan direncanakan di Dusun Balong I, Tanggulrejo, Tempuran. Rusunawa tersebut diperuntukkan bagi para tenaga kerja alias buruh pabrik.
Kepala Desa (Kades) Tanggulrejo Kusriyanta mengatakan, lokasi rencana membangun rusunawa akan menggunakan tanah bengkok desa seluas 4,7 hektare. Lahan yang pernah ditinjau tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut, persis di belakang Polsek Tempuran.
“Saya tidak tahu persis siapa pemborongnya. Sesuai informasi, pemborongnya berasal dari Jogjakarta,” kata Kusriyanta kemarin (8/5).
Rencananya, pemerintah akan mulai membangun rusunawa tahun ini. Meski begitu, di lokasi tersebut belum ada tanda-tanda pembangunan dimulai. Ia juga belum tahu, akan dibangun berapa petak rusunawa tersebut.
Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Rinza Ekoyanto saat kunjungan ke lokasi rusunawa menyebut, rusunawa diperuntukkan bagi karyawan, buruh, dan warga kurang mampu. Ia menyatakan, kalau memungkinkan, rencananya dibangun tahun ini.
Kunjungan yang dilakukan untuk melakukan verifikasi lapangan. Kalau hasil verifikasi sesuai kriteria yang ditetapkan, selanjutnya diusulkan sebagai penerima bantuan. Salah satu kriteria untuk pembangunan satu tower rusunawa butuh lahan seluas 2-4 ribu meter persegi.
Selain itu, kondisi di lapangan juga mendukung. Antara lain, dekat tempat kerja. Itu menjadi pertimbangan agar ada peningkatan kualitas kerja bagi para buruh.
Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, rencana pembangunan rusunawa sudah hampir final. Rusunawa bagi para buruh yang bekerja di seputaran Kecamatan Tempuran. Kemungkinan besar, tahun ini mulai dilaksanakan.
“Berapa buruh yang disediakan rusunawa, kami juga belum tahu. Karyawan di Tempuran itu kan banyak sekali. Jadi tidak bisa mengkover semuanya. Tetapi paling tidak sudah difasilitasi,” katanya.(ady/hes/ong)