MAGELANG – Target 10 ribu peserta dalam “Gowes Bareng IV” dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 1.109 Kota Magelang gagal terpenuhi. Diperkirakan, hanya 6 ribu peserta yang mengikut gowes yang mengambil start di Alun-alun Kota Magelang, kemarin (10/5).
Gowes yang dibarengkan dengan peringatan HUT ke-65 SMA 1 Magelang tersebut dilepas Wali Kota Sigit Widyonindito, didampingi Ketua DPC Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kota Magelang, Muh Hasan Suryoyudo. Hadiri dalam kegiatan tersebut, segenap Forpimda, SKPD, dan tamu undangan lainnya.
“Jumlah peserta hanya sekitar 6 ribu. Yakni 5 ribu peserta memakai kaos seragam dari kami sesuai dengan disiapkan. Selebihnya, masing-masing mengenakan seragam komunitas sendiri dan ada pula yang bebas,” kata Ketua Panitia Gowes Bareng IV, Suko Tricahyo.
Tidak tercapainya target gowes yang diselenggarakan DPC KSI Kota Magelang dan non-APBD tersebut, lebih karena ada even serupa di daerah lain. Seperti ada gowes lain di Jogja, daerah Pantura, dan lainnya. Namun, semua itu tak mengurangi ketertarikan peserta datang mengikuti gowes di Kota Magelang.
“Acara tetap sukses dengan pegowes datang dari beragam daerah. Bahkan, ada yang dari Jakarta sebanyak 10 orang berseragam rompi orange. Uniknya, mereka ke Magelang dengan menggenjot sepedanya bersama-sama,” jelasnya.
Ada pula peserta datang dari beberapa daerah di sekitar Magelang. Seperti dari Wonosobo, Purbalingga, Temanggung, Jepara, Kudus, Demak, dan Pekalongan. Selain itu, juga dari Sidoarjo, Ngawi, Bojonegoro, Malang, Tuban, Banjarnegara, , Ciamis, dan lainnya.
Mereka start pukul 07.00 dengan melewati rute yang ditentukan. Yakni, Jalan Pemuda, Tidar, Gatot Subroto, Pakelan, Glagah, Bagongan, Permitan, Mantenan, Panca Arga, Sarwo Edi Wibowo, Bayanan, Diponegoro, SMA 1 Magelang, Veteran, Jalan A. Yani, dan finish di alun-alun.
“Tidak ada rute yang ekstrim. Kalau ada, tanjakan atau turunan tidak terlalu curam. Perjalanan sekitar satu jam. Kami sediakan hadiah di finish berupa tujuh unit sepeda motor, 10 sepeda MTB, dan berbagai macam barang elektronik,” imbuh Suko.
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku, pemerintah menyambut baik adanya gowes yang tahun ini tidak dibiayai APBD. Selain bersepeda bisa menyehatkan, olahraga itu juga memberi kesenangan. Sehingga dimungkinkan hidup selalu bahagia.
“Gowes ini responsnya luar biasa. Masih banyak pegowes yang mencintai aktivitas menyehatkan ini. Saya salut mereka yang datang dari berbagai daerah. Saya harap selain bersepeda, mereka bisa mengunjungi wisata yang ada,” katannya.(dem/hes/ong)