Tak Pernah Jenuh dalam Berlatih

CITA-CITA bisa terwujud bilamana dimasukkan ke dalam target. Seperti halnya target masuk Final Honda DBL 2015 yang akhirnya bisa diwujudkan oleh tim basket putri SMKN 1 Bantul.
“Aku dan teman-teman satu tim memang sudah mentargetkan sejak awal. Eh ternyata bener, perkataan adalah doa hehe…” ujar Anifta Setiarum, guard Sabavosco –sebutan untuk tim basket SMKN 1 Bantul.
Menurut Anifta, sejak timnya lolos jadi peserta Honda DBL 2015, mereka nambah porsi latihan, hampir setiap hari. Mereka menambah porsi latihan, terutama hal fisik.
Anifta Setiarum yang kelahiran Bantul 9 Juni 1998 semula bukanlah pebasket, tapi lebih dikenal sebagai pemain bola voli. Fisiknya kuat dan bikin pelatih basket SMP-nya melirik dan mengajaknya ikut ekstrakulikuler basket. Anifta pun belajar basket dari nol. Namun teman-teman basketnya selalu memotivasi, dan akhirnya secara bertahap dia mulai menekuni basket. “Ternyata basket itu asik, banyak larinya, jadi bener-bener ngelatih fisik,” kesan Anifta.
Bahkan saat Anifta masuk dalam jajaran first team, bagi dia adalah bonus dari sekian lama perjuangan dilakukan. “Enggak kebayang bisa masuk first team,,” ujar Anifta.
Terpilih jadi first team adalah tantang bagi dia. Anifta harus merasakan bagaimana bertanding dan bertemu atlit hebat dari berbagai kota saat DBL Camp mendatang.
Cewek yang duduk di kelas XI Jurusan Pemasaran ini sangat berterima kasih untuk orang tuanya yang selalu mendukung. “Main maksimal ya mbak. Semoga enggak ada yang cidera dan bisa menang. Jangan pulang malem-malem,” kenang Anifta mengingat pesan yang selalu disampaikan ibunya.
Anak pertama tiga bersaudara ini sempat down saat mendengar pendapat bahwa timnya “bejo” bisa masuk babak final. Tapi motivasi sang pelatih, Yanu dan dukungan teman-temannya makin menguatkan tekadnya untuk membuktikan, bahwa timnya memang layak masuk final karena kualitas permainan. “Aku termasuk orang yang gampang down, apalagi aku ngerasa kemampuanku masih belum ada apa-apanya,” ujar Anifta merendah.
Katanya, dalam bermain basket yang di pikirannya hanya fokus dan enggak meremehkan lawan. Menurutnya, sikap sederhana akan membuat dia bisa bermain maksimal. (val/man/ong)