SEMENTARA ITU, Persoalan yang membelit warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) terus berlanjut. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates Kulonprogo akan menjatuhkan vonis terhadap para terdakwa kasus penyegelan Balai Desa Glagah, Senin (25/5) mendatang. Kendati demikian, penasehat hukum dari LBH Jogjakarta tetap berharap semua kliennya bisa di-bebaskan dari segala dakwaan. PN Wates kembali menggelar sidang kasus Penyegelan Balai Desa Glagah dengan agenda pembacaan replik atau jawaban atas pledoi atau pembelaan tim penasehat hukum terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (12/5) lalu.Dalam materi repliknya, JPU Hesti Tri Rejeki dan Dian Nathalia menyatakan, pembelaan dari tim penasehat hukum bagi terdakwa Saridjo tidak ditopang dengan dasar-dasar hukum. Dengan alasan itu, JPU tetap pada surat tuntutan yang telah dibacakan dalam sidang sebelumnya.”Kami menolak seluruh pembelaan atau nota pledoi dari tim penasehat hukum dan memohon kepada majelis hakim agar menerima replik yang telah kami sampaikan,” kata Dian.
JPU juga menyampaikan hal serupa untuk replik bagi pembelaan terdakwa Wasiyo, Tri Marsudi, dan Wakidi. “Menolak seluruh pembelaan tim penasehat hukum terdakwa Wasiyo, Tri Marsudi, dan Wakidi,” tandasnya.Menanggapi replik tersebut, anggota tim penasehat hukum LBH Jogjakarta Yogi Zulfadli menyatakan, JPU hanya menegaskan apa yang telah disampaikan pada tuntutan. Maka pihaknya juga kembali kepada pembelaan.Hakim ketua Esther Megaria Sitorus didampingi hakim anggota Nanang Herjunanto dan Adhil memutuskan sidang akan dilanjut-kan Senin (25/5) pekan depan dengan agenda pembacaan vonis atau putusan.Seperti diketahui, terdakwa Saridjo didakwa melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dalam insiden penyegelan Balai Desa Glagah 30 September 2014 silam. Adapun Wasiyo, Tri Marsudi, dan Wakidi didakwa melanggar Pasal 170 KUHP tentang Perusakan. (tom/ila/ong)