IKUT PRIHATIN – Ketua Komisi A Eko Suwanto (kanan) mendatangi rumah duka keluarga almarhum Roko di Gedangan II, Gedangrejo, Karangmojo akhir pekan lalu

TKI Asal Gunungkidul yang Meninggal di Perairan Qatar.

GUNUNGKIDUL – Hingga sekarang jenazah Roko Bayu Anggoro, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gedangan II, Gedangrejo, Karangmojo, belum tiba ke tanah air. Informasi terkini, jasad almarhum masih berada di RS Dakkar Senegal.
Menurut ayah korban, Gunawan, pemulangan jenazah anaknya masih menunggu pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan Taiwan tempat Roko Bayu Anggoro bekerja. “Itu informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),” kata Gunawan.
Berdasarkan hasil otopsi, kematian anaknya disebabkan kekurangan nutrisi. Diduga, akibat dipaksa bekerja di luar batas kewajaran. Selain itu juga kekurangan makanan dan ransum, selama berada di atas kapal. Roko Bayu Anggoro merupakan TKI asal Gunungkidul, yang meninggal dunia saat berlayar di perairan Qatar.
Kejadian yang menimpa Roko membuat anggota dewan DPRD DIJ turun tangan. Ketua Komisi A Eko Suwanto mendatangi rumah duka. Dalam kesempatan tersebut dia mendesak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mengaudit Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) PT Dwidaya Eka Lestari, berbasis di Grobogan, Jawa Tengah yang membawa Roko Bayu Anggoro bekerja di pelayaran.
Menurut dia, kasus meninggalnya pekerja Indonesia di dalam pelayaran juga dialami TKI lain. Politisi PDIP itu mencatat, sedikitnya ada empat orang lain bernasib serupa. Yakni Rasjo Lamtoro asal Tegal, Ruhijatna Nopiyansah asal Subang, Sardi dari Brebes, Heri Edmond Lusikooy dari Surabaya.
“Kami akan berupaya memulangkan jenasah untuk bisa diperlakukan dengan baik, ini adalah tanggung jawab pemerintah dan PJTKI. Kami khawatir, jangan-jangan tidak hanya lima orang ini saja, tetapi masih ada banyak TKI lainnya,” kata Eko.
Untuk mengingatkan, kabar duka keluarga almarhum Roko diterima pada Minggu 3 Mei lalu. Roko berangkat bekerja ke luar negeri pada 28 Maret 2014 lalu. Saat itu dia berlayar Ghana. Setelah hampir tujuh bulan di Ghana, kemudian menuju Qatar. Sebelum tiba di Qatar, Roko sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga di tanah air. (gun/ong)