JOGJA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ismaya Hera Wardani SH akhirnya merespons permintaan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jogja untuk menghadirkan Bupati Bantul Sri Suryawidati dalam persidangan. Jaksa mengaku sudah mengirimkan surat panggilan kepada Ida, sapaan akrab Sri Suryawidati ke rumah dinas bupati Bantul di Desa Trirenggo, Bantul.
“Surat panggilan kepada bupati Bantul tersebut untuk memberikan kesaksian sidang lanjutan hibah Persiba pada Rabu (20/5),” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIJ, Azwar SH, kemarin.
Kehadiran istri HM Idham Samawi dianggap penting untuk mengorek perihal terbitnya Perbup Nomor 1 Tahun 2011 tentang Hibah yang dibuat Juli 2011 tapi berlaku mundur Januari 2011. Selain itu, majelis hakim ingin mengetahui lebih detail Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPH), pengawasan penggunaan dana hibah Persiba, dan porporsi anggaran hibah yang lebih besar ke PSSI Bantul ketimbang cabang olahraga lainnya.
Selain itu, jaksa Ismaya juga telah melayangkan surat panggilan kepada Wakil Bupati Bantul Sumarno dan Ketua Banggar DPRD Bantul Tustiyani. Kehadiran wakil bupati Bantul penting untuk mengorek NPHD. Sebab, saat itu, Sumarno mewakili Pemkab Bantul sebagai pihak pertama pemberi hibah dalam NPHD tersebut. Sedangkan kehadiran Tustiani untuk mengetahui proses penganggaran di lembaga legislatif. “Surat panggilan kepada saksi lain juga sudah dikirimkan seperti wakil Bupati,” tandas Azwar
Koordinator Gerakan Antikorupsi Yogyakarta (GAKY) Tri Wahyu mengapresiasi jaksa Ismaya yang sudah memenuhi perintah hakim untuk menghadirkan Bupati Bantul Sri Suryawidati. “Kehadiran bupati Bantul penting dan dinanti untuk membuat perkara ini agar menjadi terang benderang,” kata Tri Wahyu. (mar/jko/ong)