MAGELANG – Beberapa produk olahan makanan tak berizin dan kedaluwarsa masih dijajakan. Temuan ini berdasar pengawasan dan pemeriksaan atas peredaran barang yang beredar di masyarakat oleh tim khusus. Tim khusus terdiri dari petugas Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Bagian Humas Protokol dan Santel Pemkot Magelang.
Tim gabungan tersebut mendatangi sejumlah pasar swalayan, pusat oleh-oleh, dan penjual makanan olahan di kompleks Terminar Tidar Kota Magelang. Hasilnya, ditemukan produk makanan industri rumah tangga tanpa dilengkapi tanggal kedaluwarsa. Selain itu, juga ditemukan beberapa produk yang melewati tanggal kedaluwarsa, namun masih dijual.
“Tim minta pemilik toko memeriksa barang-barang yang sudah kedaluwarsa dan tidak dijual kembali,” kata Kasi Ekspor Impor Informasi Pasar dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Kota Magelang Ismail yang memimpin tim khusus tersebut, kemarin (18/5).
Ismail menyampaikan, selain sejumlah makanan yang kedaluwarsa, juga ditemukan beberapa jajanan hasil olahan rumah tangga yang polos. Polos yang dimaksud adalah kemasan di dalam makanan tersebut tanpa dicantumkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Termasuk komposisi bahan makanan, alamat produksi, hingga tanggal kedaluwarsanya.
“Pemeriksaan ini dilakukan secara persuasif. Secara bertahap, kami juga berupaya melakukan pembinaan dan melakukan sosialisasi persyaratan makanan olahan yang layak dikonsumsi pada pelaku usaha,” katanya.
Menurut Ismail, pengawasan atau pemeriksaan terhadap barang-barang yang dijual ini dimaksudkan melindungi konsumen. Khususnya, masyarakat Kota Magelang dari peredaran barang-barang kedaluwarsa. Jugameminimalisir peredaran produk-produk yang belum mengantongi izin PIRT.
“Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999tentang Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau jasa,” katanya.
Lebih lanjut, Diskoperindag minta konsumen cermat sebelum membeli barang tersebut. Mereka wajib melihat tanggal hingga izin kemasan. Termasuk nama produk, berat bersih, alamat produsen, dan komposisi.
Sementara itu, Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinkes Kota Magelang Dumaira mengatakan, para pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat PIRT diimbau segera mengurusnya. Untuk mengurusnya juga tidak sulit dan tanpa dipungut biaya.
“Bagi produsen yang belum mimiliki PIRT, silahkan langsung datang ke Dinas Kesehatan Kota Magelang. Kami akan berikan informasi apa pun, terkait persyaratan pembuatan izin ini,” janjinya.(dem/hes/ong)