WAHYU METASARI/RADAR JOGJA
RASA UNIK: Varian cookies dengan rasa yang unik yakni pete cookies, pindang cookies, taro cookies, dan seblak cookies bisa menjadi pilihan untuk suguhan maupun hantaran bagi keluarga dan kolega.
JOGJA – Cookies atau kue kering menjadi kudapan yang bisa dinikmati kapan saja. Begitu pula saat menjelang hari raya, kue kering seolah menjadi suguhan wajib di setiap rumah. Beragam jenis kue kering dengan aneka rasa menjadi pilihan bagi tiap keluarga.
PT Bonli Cipta Sejahtera (BCS), produsen cookies rumahan terbesar di Indonesia kembali memperkenalkan empat variasi cookies terbarunya di Harper Hotel, belum lama ini (21/5). Perusahaan yang membawahi tiga brand ternama yakni Ina Cookies, J&C Cookies, dan La Difa Cookies ini menghadirkan cookies dengan rasa yang berbeda. Varian cookies yang dikenalkan yakni pete cookies, pindang cookies, taro cookies, dan seblak cookies.
Berbeda dengan cookies pada umumnya, kue kering buatan PT BCS ini memang sedikit unik. Karena bahan yang digunakan tidak biasa, proses pembuatannya masih menggunakan tenaga manusia yakni dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga.
“Alasan kenapa ibu rumah tangga, karena kami ingin menghadirkan cookies dengan rasa rumahan. Seperti cookies buatan mama dan nenek yang selalu saja enak dan ngangenin bagi anak-anaknya,” ungkap Marketing Communication Manager M Farhan Basyir dalam konferensi persnya.
Saat ini, PT BCS memiliki sekitar 150 varian cookies dari berbagi bentuk, rasa, dan warna. Mulai dari cookies cokelat, keju, kacang-kacangan, hingga ikan dan buah-buahan. Jenisnya bermacam-macam, ada jengkol cookies, kacang polong cookies, tahu cookies, tempe cookies, rendang cookies, dan bunga rosela cookies.
Bahkan di 2015, perusahaan yang berdiri sejak 1992 ini kembali berinovasi dengan menggunakan bahan-bahan seperti pete, ikan pindang, taro atau ubi ungu. Juga rasa seblak yang merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari kerupuk yang direbus dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kencur, garam dan cabai rawit.
Farhan menuturkan, sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, animo masyarakat terhadap empat varian rasa ini cukup bagus. Karena kue kering ini memang benar-benar original taste. “Mengingat bahan dasar yang digunakan adalah aslinya, bukan ekstrak ataupun essense, sehingga rasa yang diciptakan benar-benar sesuai aslinya,” ungkapnya.
Seperti pete cookies misalnya, selain renyah dan lezat, rasa dari pete ini benar-benar terasa. Bedanya, jika pete biasa rasanya getir lewat komposisi yang benar kegetiran dari pete ini dapat diminimalkan. (sce/met/ila/ong)