GUNUNGKIDUL – Puluhan desa di Gunungkidul terancam krisis air pada kemarau ini. Prediksi tersebut merupakan hasil pemetaan lokasi kekeringan yang dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul.
Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul Gustarto mengatakan, peta kekeringan tiap tahun mengalami perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya sebatas jumlah, melainkan juga wilayah area kekeringan.”Untuk tahun ini, setidaknya ada 70 desa berpotensi mengalami kekeringan. Jika lebih dipersempit lagi ada 449 pedukuhan,” kata Gustarto kemarin(22/6).
Menurut Gustarto, data tersebut masih sementara, karena masih menggunakan pemetaan kerawanan tahun lalu. Untuk pastinya, dinas masih menunggu laporan dari camat di masing-masing wilayah.
Secara kewilayahan potensi kekeringan didominasi di wilayah selatan. Sedangkan untuk kecamatan, kekeringan terparah ada di Girisubo dan Rongkop.”Hampir setiap tahun di dua kecamatan itu terus terjadi kekeringan. Lokasinya pun merata hampir di seluruh desa,” ujarnya.
Mengenai anggaran, nilainya berkurang bila dibandingkan dengan yang disediakan di tahun lalu. Namun demikian, hal tersebut bukan menjadi masalah karena di masing-masing kecamatan juga ada anggaran tersebut.
“Fokus sasaran kita adalah kecamatan-kecamatan yang tak memiliki mobil tangki pengangkut air. Tapi, kami juga tetap melihat keadaan, jika memang kecamatan kewalahan kami akan membantu dalam penyaluran,” ucapnya.
Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warno Widinugroho menegaskan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan belum diperlukan upaya droping dari Dinsosnakertran.
“Memang terjadi kekeringan, namun belum merata masih parsial. Padahal bantuan kita bukan untuk pribadi namun untuk masyarakat luas,” kata Dwi Warna.
Dia berharap, pihak desa aktif untuk melihat perkembangan kekeringan di masing masing desa. Dengan demikian, secara cepat mengajukan proposal bantuan air bersih.
Camat Gedangsari Muhammad Setiawan Indriyanto mengaku sudah mulai mengeluarkan tangki untuk droping air.
Untuk awal puasa, dititikberatkan pada masjid yang membutuhkan air untuk kepentingan ibadah tarawih.”Sesuai rencana minggu depan Kecamatan Gedangsari akan mulai menyasar dua desa, yakni Hargomulyo dan Mertelu,” ujarnya. (gun/din/ong)