PANTAI: Salah satu objek wisata yang dimiliki Gunungkidul yakni Pantai Nguyahan. Saat ini jumlah wisatawan turun drastis, meski begitu akan kembali normal saat libur lebaran nanti.
RADAR JOGJA FILE
PANTAI: Salah satu objek wisata yang dimiliki Gunungkidul yakni Pantai Nguyahan. Saat ini jumlah wisatawan turun drastis, meski begitu akan kembali normal saat libur lebaran nanti.
GUNUNGKIDUL – Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul, kunjungan wisatawan belakangan ini mengalami penurunan cukup tajam. Pemicu kemerosotan jumlah pelancong karena bertepatan dengan bulan puasa.
Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbubpar Gunungkidul Hari Sukmono membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, dari dua potensi wisata yang ditawarkan yakni, kawasan pantai dan desa wisata semua sedang “kering”.
“Kami ambil contoh, dalam dua hari ini jumlah pengunjung hanya seribuan. Berbeda dibanding degan hari biasa, bisa mencapai 10 ribu lebih,” kata Hari, kemarin (29/6).
Hari mengakui, penurunan jumlah pengunjung disebabkan karena bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Nanti, jika puasa sudah berakhir dan memasuki libur lebaran pengunjung diyakini kembali normal. “Jadi, penurunan jumlah pengunjung bukan karena faktor-faktor lain,” tegasnya.
Terpisah, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) di objek wisata Gua Pindul Bagya mengatakan, penurunan pengunjung mencapai 60 persen dibandingkan dengan hari biasa. Namun situasi demikian tidak perlu disikapi dengan cemas. “Semua akan terganti saat libur lebaran, di mana akan ada lonjakan kunjungan yang signifikan,” kata Bagya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pokdarwis Pulangsawal di Pantai Indrayanti Hendro Pratopo. Menurutnya, penurunan jumlah wisatawan mencapai 60 persen sudah dirasakan sejak awal puasa. Kondisi demikian juga tergambar dari sepinya tempat parkir. “Hari biasa tempat parkir penuh,” ucapnya.
Di bagian lain, Sekretaris Search and Rescue Satlinmas (SAR) Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, meski pengunjung sedikit pengawasan tidak kendur. Sebab dalam dua hari terkahir terjadi gelombang tinggi.
“Kalau saat ini sudah normal, tapi kemarin tinggi gelombang bisa mencapai empat meter,” kata Surisdiyanto.
Nah, sebagai bentuk kewaspadaan sepanjang pantai mulai dari Poktunggal hingga Gesing, model pengawasan dibagi dua. Dari 55 anggota, sebelas anggota ditugaskan untuk berjaga di posko di Baron. Sedangkan sisanya menjaga di kawasan masing-masing. (gun/ila/ong)